Tebingtinggi-Mediadelegasi: Lima kepala sekolah dasar di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, dicopot dari jabatannya secara mendadak dan peristiwa ini mencuat serta viral di media sosial. Pergantian tersebut kini mengundang polemik, lantaran muncul dugaan berkaitan dengan pelaksanaan proyek revitalisasi sekolah, meskipun hal itu dibantah tegas oleh Dinas Pendidikan setempat.
Kelima kepala sekolah yang digantikan memimpin SDN 163094, SDN 163095, SDN 163084, SDN 163087, dan SDN 166321. Seluruh sekolah tersebut menerima alokasi dana revitalisasi tahun anggaran 2026 dengan nilai berkisar antara Rp400 juta hingga Rp600 juta.
Salah satu kepala sekolah yang dicopot, Elisa Lubis, mengaku baru mengetahui dirinya telah digantikan saat sedang mengawasi langsung pelaksanaan pembangunan revitalisasi di lingkungan sekolahnya pada saat pelantikan berlangsung.
“Acara pelantikan hari Jumat. Saya berada di sekolah sedang mengawasi pembangunan revitalisasi. Saya pikir saya tidak ikut, ternyata ada guru saya yang dilantik menjadi kepala sekolah,” ungkap Elisa, Kamis (24/9/2026).
Elisa menduga pencopotan ini terjadi karena pihaknya memilih melaksanakan sendiri pengelolaan pembangunan revitalisasi tanpa menggunakan vendor yang disebut telah ditunjuk oleh Dinas Pendidikan.
“Kami yang laksanakan revitalisasi sendiri tanpa pihak vendor yang ditunjuk dinas, lalu kami diganti semua,” ujarnya.
Hingga kini, kelima kepala sekolah tersebut belum menerima surat keputusan penempatan baru, dan proses serah terima jabatan pun belum terlaksana.
Namun, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tebingtinggi Deni Saragih menegaskan rotasi ini murni mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia membantah tudingan bahwa pergantian jabatan berkaitan dengan penolakan vendor revitalisasi.
“Rotasi kepala sekolah ini sudah sesuai Permendikdasmen Nomor 7 Tahun 2025. Tidak benar karena soal itu,” tegas Deni.
Kontradiksi antara keterangan para mantan kepala sekolah dan pihak dinas pun menjadi sorotan publik. Warga berharap proses ini dapat dijelaskan secara transparan agar tidak menimbulkan keraguan terhadap pengelolaan anggaran pendidikan di daerah. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan






