Purwakarta-Mediadelegasi: Personel gabungan dari unsur TNI, Polri dan jajaran Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar apel pasukan operasi ketupat lodaya menjelang libur Hari Raya Idul Fitri.
Sebanyak 935 personel dilibatkan terdiri dari 525 personel polri, 125 personel TNI, dan 225 orang dari instansi terkait Pemkab Purwakarta dalam operasi ketupat lodaya ini.
Bupati Purwakarta, Anne Ratna Mustika mengatakan apel tersebut dilakukan guna mengecek persiapan personel hingga ke sarana dan prasarana yang bakal dimulai besok sesuai peraturan larangan mudik pada 6 Mei sampai 17 Mei 2021.
“Kami sudah siap lakukan penyekatan-penyekatan bersama tim gabungan,” jelas Anne, usai apel gelar pasukan di Taman Pesanggrahan Purwakarta, Rabu (5/5).
Di tempat yang sama, Kapolres Purwakarta, AKBP Ali Wardana mengungkapkan 935 personel dilibatkan terdiri dari 525 personel polri, 125 personel TNI, dan sisanya 225 orang dari instansi terkait.
“Beberapa titik akan dilakukan penyekatan, terdapat enam titik penyekatan. Tiga di gerbang tol dan tiga lainnya di perbatasan, seperti di Kecamatan Maniis, Darangdan dan Kiarapedes,” ujarnya.
Ali Wardana menegaskan bagi pemudik yang bandel bakal diputar balik, sesuai instruksi dan aturan dari pemerintah pusat, kecuali kendaraan logistik dan lainnya.
“Disetiap pos-pos penyekatan, Kami akan menyediakan fasilitas tes antigen,” jelasnya.
Para personel, sambung Kapolres, secara kolektif nantinya akan berjaga di tiap pos penyekatan yang telah disediakan.
“Kami akan melakukan berbagai cara untuk mencegah masyarakat mudik pada lebaran 2021. Saya harap Masyarakat mendukung kebijakan pemerintah, pasalnya salah satu tujuan dari larangan mudik adalah menekan laju penyebaran Covid-19,” terang Ali.
Lebih lanjut, ia mengatakan Operasi Ketupat Lodaya 2021 ini, pihaknya juga melakukan upaya pengawasan tempat keramaian.
“Tempat keramaian seperti pasar, mal, pusat perbelanjaan, dan tempat wisata menjadi target kami,” ucapnya.
Menurutnya, personel pengamanan akan memprioritaskan langkah-langkah preemtif dan preventif secara humanis, sementara pelaksanakan penegakan hukum sebagai upaya terakhir ultimum remedium agar masyarakat betul-betul mematuhi protokol kesehatan.
“Melalui upaya tersebut, tujuan yang ingin dicapai tentu agar masyarakat dapat merayakan idul fitri dengan rasa aman dan nyaman serta terhindar dari bahaya Covid-19,” tutup Kapolres. D/Jbr-Par






