PM Malaysia Anwar Ibrahim Kecam Keras Tindakan Israel Terhadap Armada Bantuan Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional

- Penulis

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: Ist.

Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. Foto: Ist.

Kuala Lumpur-Mediadelegasi: Perdana Menteri (PM)  Malaysia, Anwar Ibrahim, secara tegas dan keras mengecam tindakan militer Israel yang mencegat, menyerang, dan menahan rombongan armada kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang sedang dalam perjalanan membawa bantuan bagi warga Jalur Gaza, Palestina. Ia menilai aksi tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional serta bentuk penindasan terhadap upaya kemanusiaan global.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan langsung oleh Anwar Ibrahim melalui akun resmi di platform media sosial X pada Senin, 18 Mei 2026. Pernyataan ini kemudian dikutip dan disebarkan oleh kantor berita Anadolu Agency pada Selasa (19/5), menegaskan sikap tegas Malaysia yang konsisten berdiri bersama rakyat Palestina.

Dalam pernyataannya, Anwar menyoroti bahwa tindakan yang dilakukan Israel bukan sekadar penghalangan akses bantuan, melainkan upaya sistematis untuk membungkam setiap suara yang berani menyuarakan dukungan dan kebenaran mengenai apa yang terjadi di Gaza. Menurutnya, kebebasan berpendapat dan hak menyalurkan bantuan kemanusiaan telah direnggut secara paksa.

“Israel membungkam suara kemanusiaan, dan menindas siapa pun yang bangkit untuk membela rakyat Palestina,” tegas Anwar Ibrahim dalam tulisannya, mengkritik keras kebijakan dan tindakan rezim Israel yang dianggap terus berusaha mengisolasi wilayah Gaza dari dunia luar.

Ia juga menegaskan bahwa dunia internasional tidak boleh berdiam diri atau sekadar menyaksikan penindasan yang terjadi begitu saja. Pembiaran terhadap situasi ini dinilai sebagai bentuk kemunduran moral yang sangat besar bagi peradaban manusia.

BACA JUGA:  Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral 'Meme Jus'

“Dunia tidak boleh terus tunduk pada penindasan dan kemerosotan moral,” lanjut Anwar, menyerukan agar seluruh negara dan organisasi internasional bersatu menuntut keadilan serta menghentikan segala bentuk kekerasan yang menimpa warga Palestina maupun para relawan yang berniat membantu mereka.

Terkait insiden terbaru ini, Anwar Ibrahim secara khusus mendesak pembebasan segera seluruh peserta misi yang kini masih ditahan oleh pihak Israel. Jumlah keseluruhan aktivis yang ditangkap diperkirakan mencapai sekitar 100 orang, dan di antara jumlah tersebut terdapat 16 warga negara Malaysia yang turut serta dalam misi kemanusiaan mulia ini.

Anwar menuntut agar tindakan represif apa pun yang dialami oleh rakyat Palestina maupun para aktivis kemanusiaan yang berlayar ke sana harus dihentikan seketika itu juga. Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Israel wajib mempertanggungjawabkan setiap tindakan yang telah dilakukan di hadapan hukum internasional dan lembaga peradilan dunia.

Berdasarkan keterangan dari pihak penyelenggara Global Sumud Flotilla, insiden pencegatan dan serangan ini terjadi pada Senin pagi waktu setempat. Sekurang-kurangnya 10 kapal dari konvoi besar tersebut dikepung, diserang, dan kemudian dinaiki oleh pasukan bersenjata Israel saat berada di perairan internasional, sekitar 70 mil laut dari wilayah Pulau Siprus.

BACA JUGA:  Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir

Armada besar ini terdiri dari lebih dari 50 kapal yang berangkat dari Kota Marmaris, Turki, sejak hari Kamis pekan lalu. Misi utama pelayaran ini adalah menembus blokade laut ketat yang telah diberlakukan Israel terhadap Jalur Gaza sejak tahun 2007, yang membuat akses masuk makanan, obat-obatan, dan kebutuhan hidup lainnya sangat terbatas.

Secara rinci, misi kemanusiaan berskala besar ini melibatkan partisipasi sebanyak 426 orang dari 40 negara di berbagai belahan dunia. Di antara negara yang mengirimkan wakilnya tercatat Indonesia, Malaysia, Turki, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Kanada, Pakistan, Mesir, hingga Afrika Selatan, menunjukkan dukungan lintas bangsa.

Perlu diketahui pula bahwa insiden penyerangan terhadap armada bantuan ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Sebelumnya, tepat pada tanggal 29 April lalu, rombongan kapal yang sama juga menjadi sasaran serangan dan gangguan dari pihak Israel saat berada di perairan lepas pantai Pulau Kreta, Yunani. Rangkaian kejadian ini semakin menguatkan desakan dunia agar blokade Gaza segera dicabut dan kebebasan berlayar di perairan internasional dihormati sepenuhnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius: Pasien Wajib Isolasi 42 Hari, 3 Orang Meninggal
Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah
Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir
Aktor Park Dong Bin Meninggal Dunia, Sosok di Balik Viral ‘Meme Jus’
Hukuman Diperberat, Mantan Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Divonis 7 Tahun Penjara
Bahrain Cabut Kewarganegaraan 69 Orang Gegara Dukung Iran Lawan AS dan Israel
Lebanon Tegaskan Gencatan Senjata Syarat Mutlak Negosiasi dengan Israel

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 14:20 WIB

PM Malaysia Anwar Ibrahim Kecam Keras Tindakan Israel Terhadap Armada Bantuan Gaza: Pelanggaran Hukum Internasional

Rabu, 13 Mei 2026 - 14:13 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius: Pasien Wajib Isolasi 42 Hari, 3 Orang Meninggal

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:19 WIB

Ledakan dan Kebakaran Hebat Melanda Kilang Minyak Chalmette Louisiana, Tidak Ada Korban Jiwa

Sabtu, 9 Mei 2026 - 11:05 WIB

Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar: AS Tetapkan Status Darurat Level 3, Risiko Penyebaran Masih Rendah

Senin, 4 Mei 2026 - 13:04 WIB

Jerman Desak Iran Buka Selat Hormuz dan Hentikan Program Nuklir

Berita Terbaru