Delima Silalahi Aktivis Lingkungan Indonesia Pertama Raih Goldman Prize 2023

Rabu, 26 April 2023 - 22:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Delima Silalahi.  Foto: dok

Delima Silalahi. Foto: dok

Medan-Mediadelegasi: Delima Silalahi yang berasal dari Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara terpilih sebagai aktivis lingkungan akar rumput pertama di Indonesia yang ditetapkan sebagai peraih Anugerah Lingkungan Goldman atau Goldmad Prize 2023.

“Saya sangat gembira walaupun saya sadar bahwa ini bukanlah perjuangan saya sendiri. Ini adalah kemenangan buat gerakan Masyarakat Adat di Indonesia. Perjuangan hak atas tanah, hak atas identitas kita itu tidak turun dari langit. Itu diperjuangkan. Kita tidak sedang melanggar hukum. Ada konstitusi yang menjamin perjuangan kita. Negara tidak akan memberikannya begitu saja kepada kita,” kata Delima dalam keterangan tertulis yang diterima mediadelegasi.id, di Medan, Rabu (26/4).

Delima yang juga menjabat sebagai direktur eksekutif Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat (KSPPM) Parapat menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang mendapat penghargaan dari Goldman Environmental Foundation sekaligus mewakili kategori Pulau dan Negara Kepulauan.

Ia berharap penghargaan tahunan itu diharapkan menginspirasi masyarakat untuk beraksi melindungi Bumi.

BACA JUGA:  GABPKIN: Butuh Kesadaran Bersama Merawat Lapangan Merdeka Medan

“Apresiasi ini menjadi sesuatu yang menyemangati saya kembali untuk terus bergerak dalam isu-isu lingkungan dan masyarakat adat tentunya,” kata Delima.

Sebagai aktivis lingkungan, ia mengaku banyak menghabiskan waktu di hutan di Sumatera utara untuk memperjuangkan hak masyarakat adat yang lahannya direbut perusahaan pulp dan kertas besar untuk ditanami eukaliptus.

Padahal, lanjutnya, tanaman itu bukan merupakan tanaman asli dan dikembangkan secara monokultur.

Menyikapi hal itu, Delima bersama gerakan masyarakat sipil di Sumut akhirnya berhasil mengambil kembali lahan yang menjadi hak enam kelompok masyarakat adat.

Pada Februari 2022, Pemerintah akhirnya memberikan hak pengelolaan sah atas 7.213 hektare hutan adat kepada enam kelompok masyarakat Tano Batak.

Enam kelompok masyarakat adat Tano Batak yang mendapatkan pengakuan penggunaan lahan. Keenam komunitas adat itu adalah Pandumaan Sipituhuta, Nagasaribu Onan Harbangan, Bius Huta Ginjang, Janji Maria, Simenak-menak, dan Tornauli Aek Godang Adiankoting.

BACA JUGA:  Polda Metro Jaya Periksa Aktivis, Jurnalis, dan YouTuber Terkait Kasus Dugaan Ijazah Palsu Jokowi

Enam kelompok masyarakat adat itu berkomitmen untuk melestarikan hutan adat mereka dan menyatakan siap merealisasikan program pemulihan kawasan hutan adat mereka dengan mulai menanam kembali spesies hutan asli, termasuk pohon kemenyan.

“Saya sangat gembira walaupun saya sadar bahwa ini bukanlah perjuangan saya sendiri. Ini adalah kemenangan buat gerakan Masyarakat Adat di Indonesia. Perjuangan hak atas tanah, hak atas identitas kita itu tidak turun dari langit,” tuturnya.

Delima bukan yang pertama mendapat penghargaan serupa. Sebelum Delima ada Loir Botor Dingit (1997), Yosepha Alomang (2001), Yuyun Ismawati (2009), Prigi Arisandi (2011), Aleta Baun (2013), dan Rudi Putra (2014) yang berhasil mendapatkannya.

Sebagaimana diinformasikan, Goldman Environmental Prize dirintis di San Francisco pada 1989 oleh pemuka masyarakat dan filantropis Richard dan Rhoda Goldman.

Hingga kini, Goldman Environmental Prize telah memberi penghargaan kepada 219 pemenang, termasuk 98 perempuan di 95 negara. D|rel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan
Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:08 WIB

HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan

Berita Terbaru