Diskusi, Bobby ‘Kuliti’ Pandemi Sebagai Tonggak Awal Adaptasi

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 21:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan – Mediadelegasi:  Ada hal menarik dari sosok Bobby Afif Nasution, selain sebagai pelaku usaha, ternyata punya segudang cakrawala dalam memandang persoalan di tengah-tengah masyarakat dan mampu menyimpulkan solusinya.

Pria  yang lahir dan dibesarkan di Sumatera Utara itu juga terbilang cakap mengupas alias menguliti persoalan, hingga menemukan siasat-siasat yang terbilang jitu dalam menghadapi situasi dan keadaan yang sulit.

Seperti persoalan Pandemi yang serangannya sampai ke tingkat akar rumput atau masyarakat arus bawah, ternyata pria yang akrab disapa Bobby tersebut, juga punya seabrek data, bahkan memetiknya sebagai hikmah di balik kesulitan pada bencana nonalam yang tak hanya menerpa Indonesia, namun dunia.

Terhadap masyarakat pemuda, Bobby juga punya wejangan yang luar biasa, terkhusus terhadap pemanfaatan teknologi guna menunjang kemudahan dalam berkarir maupun berusaha pada masa sulit, juga menjadikannya sebagai tonggak inovasi di kemudian hari.

“Pandemi ini adalah sebagai tonggak awal kita masyarakat Indonesia untuk beradaptasi,” kata Bobby Afif Nasution memulai pemaparan ilmiahnya sebagai nara sumber pada Diskusi Publik yang digelar PKC PMII Sumut, di Hotel Garuda Plaza, Sabtu (15/8)   

Musim Pandemi ini, seyogianya menjadikan masyarakat Kota Medan sebagai ibukota Provinsi Sumatera Utara beradaptasi kepada Pemuda. “Apalagi pemuda khususnya para mahasiswa, selain energik juga punya segudang siasat untuk menggapai tujuan,” papar Bobby memberikan motivasi kepada mahasiswa.  

Menurutnya data yang dihimpun, paeda masa pandemi ini yang diprediksi pasar modal, akan hancur lebur, namun ternyata trendnya terus meningkat, sehari bisa naik Rp3 triliun, bahkan 60 persen saham telah diambilalih masyarakat.  

BACA JUGA:  PDI Perjuangan Akan Pecat Kader Tak Dukung Edy-Hasan

Dan kalau dizoom alias ditelisik lebih jauh lagi, rinci Bobby, isi pemegang saham pasar modal itu adalah dominan pemuda. “Di sini artinya pemuda menjadi pemain baru di masa pandemi,” ulasnya mengupas alias kuliti data di bidang usaha.    

Dari tren pasar modal tersebut memberikan petunjuk bahwa pemuda atau pengusaha muda memiliki banyak siasat dalam menghadapi pandemi yang memberikan efek pada dunia usaha hingga ke tingkat UMKM itu.

Oleh karena itu, pemuda khususnya di Kota Medan sudah seharusnya berinovasi pada teknologi. “Jangan lagi para pemuda khususnya mahasiswa hanya menjadikan tekhnologi untuk hal yang biasa-biasa atau chating-chating untuk lirik sana-lirik sini lawan jenis,” ungkapnya bernada humor, hingga suasana diskusi tampak lebih rileks dan santai.

Kemudian dia menjelaskan kalau serangan pandemi itu luar biasa. “Menyerangnya luar biasa mulai dari krisis pergerakan, krisis ekonomi dan lain-lainnya. Tahun sebelum-sebelumnya nya hal seperti ini tak pernah ada,” cuit Bobby.  

Oleh karena itu, Pandemi ini harus kita jadikan tonggak awal, selain adaptasi khususnya terhadap teknologi, juga harus berkolaborasi. “Saya sebagai pengusaha merasakan betapa pentingnya kolaborasi,” urainya.

Di Medan ini, beber Bobby, mindset pengusaha itu masih menjadikan sesama pengusaha itu adalah sebagai musuh sehingga harus dijauhi, padahal itu salah, dan ini pemikiran sudah usang.

BACA JUGA:  STR Larangan Peliputan Media Dicabut

“Saya sendiri sebagai pengusaha, beberapa waktu lalu berpikiran seperti itu, waktu saya mengembangkan bisnis properti saya mencari lokasi yang jauh dari perumahan, demi menghindari persaingan,” ungkap menantu presidern RI itu.

Tentunya dengan pemikiran, agar konsumen nantinya tak direbut oleh perumahan yang berdekatan dengan properti yang dibangunnya itu. “Tapi apa hasilnya? mudah-mudahan konsumen pun ikut menjauh. Gak mau beli,” bebernya sambil tertawa kecil, hingga kesankan dirinya menyadari kesalahan mindset pada waktu itu.

Untuk itulah kolaborasi tersebut sangat perlu, tentunya dengan cara-cara yang terbaik. “Untuk Kolaborasi Penta Helix, ada lima unsur yang terlibat yakni, pemerintah, komunitas, pebisnis, akademisi serta media,” rinci Bobby ilmiah.

Begitu juga menghadapi pandemi, sangat diperlukan kolaborasi, pemerintah menetapkan dan menjalankan peraturan, akademisi terlibat kajian pencegahan pandemi, komunitas atau masyarakat, pebisnis, di bidang adaptasi kebiasaan. 

Begitu juga media sebagai sumber informasi di tengah-tengah masyarakat. “Kalau media memberitakan positif, maka pemikiran kita dominan positif, sebab sumber data pemberitaan itu akurat, karena menelusurinya hingga sampai dengan sumbernya langsung,” terangnya. 

Menutup paparannya sebagai moderator, Bobby meyakinkan peserta Diskusi Publik bahwa pandemi itu adalah sebagai tonggak awal adaptasi. “Namun apabila kita mampu memetik hikmah dari bencana nonalam itu dan mengaplikasikanya di tengah-tengah masyarakat,” tutupnya. D|Med-41

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut
USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB
Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:09 WIB

Istana Maimon Jadi Saksi, 23 Paguyuban Kesukuan Pertajam Komitmen Merajut Kebhinekaan Bersama FKN Sumut

Senin, 28 September 2026 - 17:16 WIB

USU: Belum Ditemukan Indikasi Perundungan dalam Kasus Meninggalnya Mahasiswi FIB

Jumat, 25 September 2026 - 17:31 WIB

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Berita Terbaru