Tapsel Memanas: Bupati Bongkar Dugaan Pembalakan Liar, Kemenhut Membantah

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Bongkar Dugaan Pembalakan Liar. Foto: Ist.

Bupati Tapsel Gus Irawan Pasaribu Bongkar Dugaan Pembalakan Liar. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Suasana politik dan lingkungan di Tapanuli Selatan (Tapsel) memanas setelah Bupati Gus Irawan Pasaribu secara terbuka menuding adanya praktik pembalakan liar yang dilakukan oleh sejumlah Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT). Tuduhan ini muncul sebagai respons terhadap bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut baru-baru ini.

Gus Irawan menduga bahwa aktivitas penebangan hutan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama terjadinya bencana alam tersebut. Ia mengungkapkan kekecewaannya karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapsel tidak dilibatkan dalam proses pemilihan PHAT yang diberikan izin untuk mengambil kayu.

“Untuk PHAT, Pemkab Tapsel tidak dilibatkan sama sekali. Karena saya sangat concern dengan penebangan kayu ini,” tegas Gus Irawan pada Jumat (5/12/2025) malam. Ia menambahkan bahwa penentuan nama-nama perusahaan korporasi sepenuhnya berada di tangan Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

Daftar PHAT Bermasalah

Bupati Gus Irawan kemudian membeberkan daftar nama-nama PHAT yang diduga bermasalah. Daftar tersebut terbagi menjadi dua kategori: PHAT yang tidak aktif dan PHAT yang aktif namun dibekukan izinnya.

Berikut adalah daftar PHAT yang tidak aktif:

  • Jalaluddin Pangaribuan (20 hektare, Desa Gunung Binanga, Kecamatan Marancar)
  • Jont Anson Silitonga (25 hektare, Aek Godang, Kelurahan Lancat, Kecamatan Arse)
  • Muhammad Nur Batubara (15 hektare, Desa Padang Mandailing Garugur, Kecamatan Saipar Dolok Hole)
  • Muhammad Agus Irian (21 hektare, Desa Sibadoar, Kecamatan Sipirok)
  • Irsan Ramadan Siregar (11 hektare, Desa Damparan Haunatas, Kecamatan Saipar Dolok Hole)
  • Hamka Hamid Nasution (20 hektare, Desa Ulumais Situnggaling, Kecamatan Saipar Dolok Hole)
  • Feri Saputra Siregar (20 hektare, Desa Marsada, Kecamatan Sipirok)
  • David H. Panggabean (19,8 hektare, Desa Somba Debata Purba, Kecamatan Saipar Dolok Hole)
  • Anggara Fatur Rahman Ritonga (48,112 hektare, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok)
BACA JUGA:  Pemerintah Tindak Tegas Praktik Usaha yang Abaikan Lingkungan dan Keselamatan

Sementara itu, daftar PHAT aktif yang dibekukan izinnya adalah:

  • Ramlan Hasri Siahaan (45 hektare, Kelurahan Arse Nauli, Kecamatan Arse)
  • Asmadi Ritonga (14 hektare, Desa Padang Mandailing, Kecamatan Saipar Dolok Hole)

Kemenhut Dituding Sebagai Pemberi ‘Karcis’ Penebangan

Gus Irawan bahkan menyebut Kemenhut seolah-olah bertindak sebagai pemberi “karcis” untuk penebangan kayu di wilayahnya. Ia menuding Kemenhut telah mengeluarkan izin penebangan kayu pada Oktober 2025, hanya sekitar sebulan sebelum banjir bandang melanda Batangtoru.

Tudingan keras ini kemudian mendapat respons dari Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari (Dirjen PHL) Kemenhut, Laksmi Wijayanti. Pada Selasa (2/12/2025), Laksmi membantah adanya pembukaan izin penebangan pohon pada Oktober 2025.

BACA JUGA:  Viral! Guru Honorer di Kampar Banting Nasi Kotak di Depan Murid, Merasa Tertekan?

Bupati Tapsel Bereaksi: Aturan Kemenhut Tidak Jelas

Menanggapi bantahan Dirjen PHL, Gus Irawan kembali bereaksi, pada Jumat (5/12/2025) malam, Gus Irawan menilai bahwa aturan yang diterapkan oleh pihak Kemenhut tidak jelas dan tidak transparan.

Polemik antara Bupati Tapsel dan Kemenhut ini semakin memperpanjang daftar masalah terkait penebangan kayu dan dampaknya terhadap lingkungan di Tapsel. Masyarakat setempat berharap agar masalah ini segera diselesaikan secara tuntas dan transparan, serta ada langkah konkret untuk mencegah terjadinya bencana serupa di masa depan.

Kasus ini menjadi sorotan publik dan memicu perdebatan mengenai pengelolaan hutan yang berkelanjutan dan perlunya keterlibatan pemerintah daerah dalam setiap kebijakan terkait sumber daya alam di wilayahnya.

Pemerintah pusat diharapkan dapat mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menengahi konflik ini dan memastikan bahwa pengelolaan hutan di Tapsel dilakukan secara bertanggung jawab dan berpihak pada kepentingan masyarakat serta kelestarian lingkungan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD
PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun
Polda Jabar Tangkap Dua Tersangka Penyebar Konten Hasutan Terkait Pernyataan Presiden Prabowo
Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU
Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall
Rp20.5 Triliun Bantuan ke 490 Pemda: Solusi Kilat atau Obat Penunda Penyakit Fiskal Daerah?
PN Jakarta Selatan Tolak Praperadilan Jilid III Roy Suryo, Gugatan Ganti Rugi Rp206 Juta Ditolak
Berita ini 17 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 17:06 WIB

Temuan 996 Pucuk Senjata di Yayasan Jaksel, Polisi Panggil Mantan Ketua IWD

Jumat, 7 Agustus 2026 - 16:49 WIB

PT PAL Indonesia Resmi Bangun Kapal Selam Scorpene Generasi Terbaru, Pekerjaan Ditargetkan 8 Tahun

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:14 WIB

Febrie Adriansyah Tiba di Kejagung Pakai Rompi Tahanan, Diperiksa Terkait Emas 74 Kg & Rp543 Miliar

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Dijemput dari Rutan KPK, Diperiksa Tim 9 Kejagung Sebagai Tersangka TPPU

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Presiden Prabowo Tinjau Inovasi BRIN: Pesawat Tanpa Awak, Amfibi, Hingga Teknologi Giant Sea Wall

Berita Terbaru

Kabupaten Labuhan Batu Utara

Tindaklanjuti Instruksi DPP, Golkar Labura Gelar Pleno Persiapan Musda 2026

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:53 WIB

Foto: Jilbab berlogo bordir “Asri” hasil pengadaan Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Deli Serdang sebanyak 15.000 lembar senilai Rp525 juta. Harga satuan yang ditetapkan Rp35.000 disorot JIPI karena dinilai jauh lebih tinggi dari harga pasar sejenis yang diperkirakan hanya sekitar Rp15.000 per lembar.

Kabupaten Deli Serdang

Jilbab Rp525 Juta, Kainnya yang Mahal atau Angkanya yang Bikin Bertanya?

Jumat, 7 Agu 2026 - 17:16 WIB