Medan-Mediadelegasi: Perjalanan Faiz Akbar Sudiro atau yang akrab disapa Abay di dunia sepak bola usia dini menjadi cerita menarik di ajang Liga TopSkor Sumatera Utara U-16. Bermain sepak bola sejak usia 7 tahun, Abay kini dipercaya mengemban peran krusial sebagai penjaga gawang utama Thamrin Graha Metropolitan Football Academy (TGM FC), menjadi benteng terakhir tim dalam setiap pertandingan.
Awalnya, Abay dikenal sebagai pemain bertahan. Posisi penjaga gawang bukanlah target awal dalam perjalanan latihannya. Namun, kebutuhan tim membuat Abay harus beradaptasi dan menerima tantangan baru untuk mengisi sektor vital di bawah mistar gawang. Keputusan tersebut dijawabnya dengan sikap profesional, bermodalkan mental kuat, disiplin tinggi, serta rasa tanggung jawab besar.
“Siap atau tidak siap, saya harus bertanggung jawab. Ini untuk tim,” ungkap Abay singkat, menunjukkan kedewasaan berpikir di usianya yang masih belia.
Kepercayaan pelatih TGM FC U-16 kepada Abay bukan tanpa alasan. Penampilannya dinilai konsisten, tenang dalam membaca arah bola, serta memiliki komunikasi yang baik dengan lini pertahanan. Perannya menjadi kunci dalam menjaga stabilitas permainan tim di kompetisi bergengsi tingkat regional tersebut.
Dukungan penuh juga datang dari keluarga. Ryan Hadi Sudiro, wali siswa Abay, menegaskan komitmennya untuk terus mensupport sang anak atas pilihan dan tanggung jawab yang diambilnya di lapangan.






