Vonis Ringan ABK Sabu Dua Ton Picu Sorotan

- Penulis

Kamis, 5 Maret 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Terdakwa kasus penyelundupan sabu hampir 2 ton, Fandi Ramadhan, divonis 5 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (5/3/2026). Foto: Ist.

Terdakwa kasus penyelundupan sabu hampir 2 ton, Fandi Ramadhan, divonis 5 tahun penjara dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (5/3/2026). Foto: Ist.

Batam-Mediadelegasi: Terdakwa kasus penyelundupan narkotika jenis sabu hampir dua ton, Fandi Ramadhan, akhirnya lolos dari ancaman hukuman mati. Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam menjatuhkan vonis lima tahun penjara kepada pria yang berprofesi sebagai anak buah kapal (ABK) tersebut.

Vonis Lima Tahun Penjara Tuai Perhatian Publik

Putusan tersebut dibacakan oleh Ketua Majelis Hakim Tiwik dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Batam pada Kamis (5/3/2026). Dalam amar putusannya, hakim menyatakan terdakwa terbukti bersalah namun menjatuhkan hukuman yang jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa.

Majelis hakim memutuskan menjatuhkan pidana penjara selama lima tahun kepada Fandi Ramadhan atas keterlibatannya dalam perkara penyelundupan narkotika yang jumlahnya mencapai hampir dua ton.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Vonis tersebut berbeda jauh dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya meminta agar terdakwa dijatuhi hukuman mati. Jaksa menilai peran terdakwa dalam kasus tersebut cukup serius mengingat jumlah barang bukti yang sangat besar.

Kasus penyelundupan ini menjadi perhatian publik karena melibatkan jaringan narkotika lintas negara. Para pelaku diduga terlibat dalam pengiriman sabu dalam jumlah besar melalui jalur laut.

Setelah putusan dibacakan, suasana ruang sidang sempat dipenuhi emosi dari keluarga terdakwa yang hadir langsung mengikuti jalannya persidangan.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/sertifikasi-halal-dapur-faeyza-didorong-demi-standar-gizi

Ibu terdakwa, Nirwana, terlihat tak kuasa menahan tangis dan langsung menghampiri anaknya setelah majelis hakim selesai membacakan putusan. Ia memeluk Fandi sambil menangis haru di dalam ruang sidang.

Momen tersebut membuat suasana persidangan sempat terhenti sejenak sebelum akhirnya kembali dilanjutkan oleh majelis hakim untuk meminta tanggapan dari pihak jaksa maupun kuasa hukum terdakwa.

Baik jaksa penuntut umum maupun tim kuasa hukum menyatakan masih mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya. Keduanya memilih untuk menggunakan waktu pikir-pikir sebelum menentukan sikap.

Sebelumnya, jaksa diketahui menuntut hukuman mati terhadap enam anak buah kapal yang terlibat dalam penyelundupan sabu hampir dua ton tersebut.

Dalam kasus ini, aparat penegak hukum mengungkap adanya jaringan narkotika internasional yang melibatkan dua warga negara asing dan empat warga negara Indonesia. Mereka diduga berangkat ke Thailand sebelum menerima muatan sabu dari kapal lain di tengah laut.

Barang haram tersebut dikemas dalam puluhan paket dengan total berat hampir dua ton dan disembunyikan di beberapa bagian kapal. Jaksa menilai para terdakwa mengetahui isi muatan tersebut dan menerima bayaran, sehingga perkara ini dinilai sebagai kejahatan narkotika lintas negara dengan skala besar. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejaksaan
Lepas Kloter JKB 01, Gus Irfan dan Sufmi Dasco Pimpin Pelepasan Jemaah Haji Embarkasi Banten
Terkuak di Persidangan, “Sultan Kemnaker” Bobby Mahendro Akui Miliki Tiga NIK Berbeda
Target Rampung 2,5 Tahun, Menko Yusril Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai Pertengahan 2026
Tragedi di Bandara: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas, Pelaku Ternyata Atlet MMA
Noel Berang: Sebut ‘Sultan Kemnaker’ Tak Layak Jadi Saksi Mahkota, Layak Dihukum Mati
Tragedi Berdarah di Bandara Karel Sadsuitubun: Nus Kei Tewas Ditikam Akibat Dendam Masa Lalu
Kebon Pala Terendam Banjir 1,75 Meter: Warga Mulai Mengungsi Akibat Luapan Sungai Ciliwung

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 17:29 WIB

Kasus Penikaman Ketua Golkar Maluku Tenggara Masuk Tahap Penyidikan, SPDP Dikirim ke Kejaksaan

Rabu, 22 April 2026 - 16:22 WIB

Lepas Kloter JKB 01, Gus Irfan dan Sufmi Dasco Pimpin Pelepasan Jemaah Haji Embarkasi Banten

Rabu, 22 April 2026 - 14:06 WIB

Terkuak di Persidangan, “Sultan Kemnaker” Bobby Mahendro Akui Miliki Tiga NIK Berbeda

Rabu, 22 April 2026 - 13:45 WIB

Target Rampung 2,5 Tahun, Menko Yusril Desak Pembahasan RUU Pemilu Dimulai Pertengahan 2026

Senin, 20 April 2026 - 14:52 WIB

Tragedi di Bandara: Ketua Golkar Maluku Tenggara Tewas, Pelaku Ternyata Atlet MMA

Berita Terbaru