Rupiah Melemah Akibat Defisit Anggaran Lampaui Target

Jumat, 9 Januari 2026 - 13:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nilai tukar rupiah melemah terhadap Dollar AS menjadi Rp16.829. (Foto:Ist)

Nilai tukar rupiah melemah terhadap Dollar AS menjadi Rp16.829. (Foto:Ist)

Jakarta-Mediadelegasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dibuka melemah pada perdagangan di Jakarta, Jumat pagi. Mata uang Garuda terpantau terkoreksi sebesar 31 poin atau sekitar 0,18 persen, yang membawa posisinya ke level Rp16.829 per dolar AS.

Kondisi ini menunjukkan penurunan dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level Rp16.798 per dolar AS. Pelemahan ini terjadi di tengah perhatian pasar terhadap rilis data ekonomi domestik terbaru.

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede, memberikan analisisnya terkait pergerakan mata uang ini. Menurutnya, pelemahan rupiah kali ini sangat dipengaruhi oleh realisasi anggaran negara tahun 2025 yang baru saja dirilis.

Faktor utama yang memicu melemahnya nilai tukar rupiah ini adalah laporan mengenai defisit fiskal Indonesia yang menunjukkan tren melebar. Angka defisit yang muncul ternyata berada di atas ekspektasi para pelaku pasar maupun proyeksi awal pemerintah.

Baca juga: https://mediadelegasi.id/baja-china-nakal-negara-dirugikan/

Josua menjelaskan bahwa defisit fiskal Indonesia tercatat melebar hingga menyentuh angka 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan perkiraan resmi pemerintah sebelumnya yang dipatok pada level 2,78 persen.

BACA JUGA:  Rupiah Dekati Rp18.000, BI Gencar Intervensi Jaga Stabilitas Nilai Tukar

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya telah melaporkan bahwa realisasi sementara defisit APBN Tahun 2025 mencapai Rp695,1 triliun. Data ini diambil berdasarkan laporan tutup buku per 31 Desember 2025.

Pelebaran defisit ini tergolong signifikan karena awalnya target defisit pada APBN 2025 hanya ditetapkan sebesar 2,53 persen yang menyebakan nilai tukar rupiah melemah.Bahkan, realisasi akhir ini hampir menyentuh ambang batas maksimal yang diatur undang-undang sebesar 3 persen.

Di sisi lain, pergerakan nilai tukar juga dipengaruhi oleh dinamika pasar tenaga kerja global, khususnya dari Amerika Serikat. Laporan Challenger, Gray & Christmas menunjukkan adanya penurunan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) di AS.

Pada Desember 2025, angka PHK di AS turun 8,3 persen secara tahunan menjadi 35.553, yang merupakan level terendah sejak Juli 2024. Data ini menunjukkan ketahanan ekonomi AS yang tetap kuat di tengah ketidakpastian global.

BACA JUGA:  Gunung Merapi Erupsi Luncurkan Awan Panas 2.000 Meter Mengarah Barat Daya, Status Tetap Siaga

Rupiah Melemah Akibat Anggaran Belanja Negara Defisit

Sementara itu, data klaim pengangguran awal (Initial Jobless Claims) AS untuk pekan yang berakhir 3 Januari 2025 mengalami kenaikan menjadi 208 ribu. Meski naik dari pekan sebelumnya, angka ini masih berada di bawah ekspektasi pasar yang sebesar 212 ribu.

Selain pasar tenaga kerja, Josua Pardede juga menyoroti kondisi neraca perdagangan Amerika Serikat. Pada Oktober 2025, AS mencatatkan defisit perdagangan terkecil mereka dalam sejarah panjang sejak tahun 2009.

Defisit perdagangan AS menyempit menjadi 29,4 miliar dolar AS yang dipicu oleh melemahnya angka impor. Kombinasi antara data fiskal domestik yang melebar dan data ekonomi AS yang cukup solid akhirnya memberikan tekanan ganda bagi penguatan rupiah.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

 

Satu tanggapan untuk “Rupiah Melemah Akibat Defisit Anggaran Lampaui Target”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:34 WIB

PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli

Berita Terbaru

Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Agung Ardiyanto,SH.,MH. Foto: Ist.

Sumatera Utara

Aswas Kejati Sumut Tegaskan Kedisiplinan Pegawai Saat Apel Pagi

Jumat, 23 Okt 2026 - 11:08 WIB