Baja China Nakal, Negara Dirugikan

Jumat, 9 Januari 2026 - 10:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menkeu Purbaya Ungkap Perusahaan Baja China di RI Diduga Tak Bayar Pajak. Foto: Ist.

Menkeu Purbaya Ungkap Perusahaan Baja China di RI Diduga Tak Bayar Pajak. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan rencana tegas pemerintah untuk menindak sejumlah perusahaan baja asal China yang beroperasi di Indonesia secara ilegal. Perusahaan-perusahaan tersebut diduga kuat melakukan praktik kecurangan yang merugikan keuangan negara dalam skala masif melalui skema penggelapan pajak yang terorganisir. Manajemen Tertutup dan Penggunaan Tenaga Kerja Asing Ilegal Menjadi Sorotan Utama Kemenkeu

Berdasarkan investigasi awal, modus operandi yang digunakan mencakup penggunaan identitas palsu atau “perusahaan bayangan”. Oknum pengusaha tersebut disinyalir membeli data Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik warga lokal untuk mendaftarkan entitas bisnis mereka guna mengelabui pengawasan otoritas pajak dan menyembunyikan profil pemilik aslinya.

Salah satu pelanggaran utama yang menjadi sorotan adalah penghindaran kewajiban Pajak Pertambahan Nilai (PPN). Dengan tidak menyetorkan PPN dari setiap transaksi penjualan, perusahaan-perusahaan ini mampu menekan harga secara tidak wajar di pasar, yang pada gilirannya menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi produsen baja nasional.

Skandal Baja China: Negara Merugi Triliunan

Purbaya menjelaskan bahwa potensi kerugian negara dari sektor ini sangat fantastis. Berdasarkan kesaksian dari pelaku industri yang telah memberikan informasi kepada pemerintah, satu perusahaan baja saja diperkirakan dapat menghilangkan pendapatan negara hingga lebih dari Rp4 triliun per tahun.

BACA JUGA:  Koko Erwin Jadi Tersangka, AKBP Didik Terlibat

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pramugari-gadungan-hebohkan-penerbangan-batik-air/

Kehilangan potensi penerimaan tersebut berdampak signifikan terhadap kas negara, terutama karena industri logam dasar seharusnya menjadi salah satu penopang utama ekonomi nasional. Mengingat banyaknya perusahaan yang terindikasi melakukan praktik serupa, total nilai kerugian negara diprediksi jauh lebih besar dari angka tersebut.

Untuk menghindari pelacakan digital oleh Direktorat Jenderal Pajak, perusahaan-perusahaan ini cenderung menggunakan transaksi berbasis tunai (cash basis). Rantai penjualan dilakukan secara tertutup tanpa melalui sistem perbankan formal, sehingga aliran dana hasil penjualan sulit dideteksi oleh instrumen pengawasan keuangan yang ada.

Kondisi di lapangan semakin memperkuat dugaan pelanggaran hukum. Temuan menunjukkan bahwa operasional pabrik dan manajemen sepenuhnya dijalankan oleh tenaga kerja asing (TKA) asal China yang bahkan tidak mampu berkomunikasi dalam bahasa Indonesia, mengindikasikan adanya eksklusivitas operasional yang mencurigakan.

BACA JUGA:  Korban Kereta Api Tercatat Peserta BPJS, Ahli Waris Terima Santunan Rp435 Juta

Selain masalah pajak, praktik ini juga menyentuh isu pelanggaran administrasi kependudukan dan ketenagakerjaan. Penjualan barang dilakukan secara langsung dari produsen ke klien tanpa dokumen yang sah, menciptakan sebuah ekosistem ekonomi bawah tanah yang sepenuhnya berada di luar jangkauan regulasi pemerintah.

Menkeu menegaskan bahwa pihaknya telah mengantongi nama-nama perusahaan yang terlibat dan sedang menunggu momentum yang tepat untuk melakukan tindakan lapangan. Langkah penggerebekan dan penindakan hukum secara cepat (fast action) sedang dimatangkan guna memberikan efek jera sekaligus menyelamatkan penerimaan negara.

Strategi penertiban ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan ekonomi dan memastikan seluruh pelaku usaha, baik lokal maupun asing, tunduk pada hukum yang berlaku. Purbaya memastikan bahwa tindakan tegas akan diambil dalam waktu dekat demi melindungi industri strategis nasional dan keadilan bagi seluruh wajib pajak. D|Red.

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.

Satu tanggapan untuk “Baja China Nakal, Negara Dirugikan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa Anggota BPK Bobby Adhityo Rizaldi Terkait Dugaan Suap Audit Muara Enim
Dr. Maruli Siahaan Minta Efisiensi Anggaran Kementerian Hukum Tidak Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik
Kemnaker Luncurkan Pelatihan Berbasis Kompetensi, Tingkatkan Profesionalisme Pejabat Fungsional
Jaksa Agung Kirim Usulan Nama Pengganti Febrie Adriansyah ke Presiden, Kuntadi Jadi Calon Utama
Kejagung Bentuk Tim Khusus Mantan Penyidik KPK Usut Kasus Korupsi Febrie Adriansyah
Polda Metro Jaya Serahkan Bukti dan Hadirkan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo
Dr. Maruli Siahaan Dorong Reformasi Pemasyarakatan Berbasis Dampak dan Percepatan Penanganan Overkapasitas Lapas.
Maruli Siahaan: Kasus Kekerasan Seksual terhadap Remaja di Sampang adalah Tragedi Kemanusiaan, Negara Wajib Hadir Melindungi Korban
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:55 WIB

Dr. Maruli Siahaan Minta Efisiensi Anggaran Kementerian Hukum Tidak Mengurangi Kualitas Pelayanan Publik

Rabu, 15 Juli 2026 - 16:37 WIB

Kemnaker Luncurkan Pelatihan Berbasis Kompetensi, Tingkatkan Profesionalisme Pejabat Fungsional

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:36 WIB

Jaksa Agung Kirim Usulan Nama Pengganti Febrie Adriansyah ke Presiden, Kuntadi Jadi Calon Utama

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:14 WIB

Kejagung Bentuk Tim Khusus Mantan Penyidik KPK Usut Kasus Korupsi Febrie Adriansyah

Rabu, 15 Juli 2026 - 12:14 WIB

Polda Metro Jaya Serahkan Bukti dan Hadirkan Ahli di Sidang Praperadilan Roy Suryo

Berita Terbaru