Medan-Mediadelegasi: Banjir bandang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 18.20 WIB. Bencana ini dipicu oleh cuaca ekstrem yang memicu hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi, menyebabkan aliran air deras yang mengakibatkan kerusakan parah di kawasan tersebut. Selain merendam pemukiman, terjangan air juga mengakibatkan kerusakan infrastruktur yang cukup parah, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan akses transportasi antar wilayah.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa banjir bandang di Tapanuli Utara menjadi salah satu yang paling berdampak serius terhadap warga. Menurut laporan resmi yang diterima pada Jumat, 24 April 2026, banjir ini berdampak luas terhadap masyarakat setempat, dengan sedikitnya 150 Kepala Keluarga (KK) terdampak langsung.
“Tercatat sebanyak 150 rumah terdampak dan satu jiwa mengalami luka-luka. Untuk kerugian material, dilaporkan tiga rumah warga hanyut, satu jembatan hilang, serta satu musala dan satu fasilitas pendidikan terdampak,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya. Kerusakan jembatan ini tentunya menambah kesulitan akses transportasi bagi warga dan proses evakuasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bencana ini juga merusak beberapa jenis fasilitas umum lainnya. Selain jembatan yang hilang, satu unit mushola juga mengalami kerusakan berat. Demikian juga infrastruktur di sektor pertanian yang mengalami dampak kerusakan yang signifikan dan hampir dipastikan menyebabkan gagal panen warga desa di lahan padi seluas kurang lebih 20 hektar yang rata-rata telah memasuki usia 70-80 hari setelah musim tanam.
Hingga saat ini, jaringan listrik di lokasi kejadian dilaporkan masih padam. Warga yang mengungsi sementara ditempatkan di Gereja GKPA Simangumban dan Kantor Desa Aek Nabara. Mereka membutuhkan bantuan berupa makanan, pakaian, dan tempat tinggal sementara yang layak.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tapanuli Utara bersama unsur terkait segera melakukan asesmen lokasi terdampak untuk mengetahui kondisi terkini dan kebutuhan mendesak warga. BPBD juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan dan desa setempat untuk mempercepat penanganan.
Bupati Tapanuli Utara, Dr. Joni Us Tari Par Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., turun langsung meninjau lokasi bencana pada Kamis, 23 April 2026. Kehadirannya bertujuan memastikan penanganan darurat berjalan maksimal sekaligus menjamin bantuan bagi masyarakat terdampak segera tersalurkan.
Dalam arahannya di lokasi bencana, Bupati menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah daerah harus bergerak cepat dan bekerja secara kolaboratif dengan semangat gotong royong demi mempercepat pemulihan kondisi masyarakat. “Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara hadir di tengah masyarakat. Saya memerintahkan seluruh dinas terkait dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bekerja cepat dalam menanggulangi dampak bencana ini. Fokus utama kita adalah pemulihan agar masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan normal se segera mungkin,” tegasnya.
Sebagai bentuk respons awal, Bupati juga menyerahkan bantuan stimulan berupa uang tunai kepada warga terdampak untuk membantu proses pembersihan rumah pasca bencana. Bantuan diberikan sebesar Rp500 ribu bagi warga dengan kategori rumah rusak berat, sementara untuk rumah rusak ringan dan sedang diberikan bantuan sebesar Rp300 ribu. Bupati menyampaikan bahwa bantuan lanjutan akan segera disalurkan setelah proses pendataan selesai.
BNPB terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana yang dipicu oleh faktor cuaca. Masyarakat diharapkan selalu memantau informasi cuaca dari pihak berwenang dan mengikuti arahan evakuasi jika diperlukan. Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tidak membuang sampah di sungai agar tidak menyebabkan penyumbatan aliran air yang dapat memperparah banjir.
Bencana banjir bandang di Tapanuli Utara ini merupakan bagian dari dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia belakangan ini. Hal ini menunjukkan pentingnya upaya mitigasi bencana dan peningkatan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana alam. Pemerintah dan seluruh pihak terkait diharapkan dapat terus bekerja sama untuk meminimalkan risiko dan dampak bencana, serta mempercepat proses pemulihan bagi masyarakat yang terdampak.
Semoga musibah ini segera berlalu dan masyarakat Tapanuli Utara dapat kembali pulih dan beraktivitas seperti biasa. Mari kita berdoa dan memberikan dukungan bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan akibat bencana ini. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.












