Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja

Jumat, 4 September 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BGN, Trenggono memberikan keterangan pers terkait hasil penelusuran insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Foto: Ist.

Wakil Kepala BGN, Trenggono memberikan keterangan pers terkait hasil penelusuran insiden keracunan massal program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Foto: Ist.

Sidoarjo-Mediadelegasi: Badan Gizi Nasional resmi mencopot Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kalitengah, Rafli Ridho, menyusul insiden keracunan massal yang menimpa ratusan penerima program Makan Bergizi Gratis di Sidoarjo. Pencopotan ini merupakan bagian dari sanksi yang dijatuhkan BGN setelah melakukan penelusuran menyeluruh atas insiden yang terjadi pada Selasa (1/9/2026).

Sebelum mencopot kepala dapur, BGN terlebih dahulu menjatuhkan sanksi penangguhan operasional berat selama 30 hari terhadap SPPG Kalitengah. Langkah ini diambil sebagai respons cepat atas kelalaian yang dinilai telah melanggar standar operasional prosedur yang berlaku di seluruh unit pelayanan gizi.

Wakil Kepala BGN, Trenggono, menjelaskan bahwa pencopotan terhadap Rafli Ridho dilakukan karena pihaknya dinilai lalai dan tidak mematuhi ketentuan SOP yang telah ditetapkan. Dengan dicopotnya, kepala dapur tersebut sudah tidak berwenang lagi menangani operasional dapur SPPG Kalitengah.

“Jadi dia sudah tidak bisa lagi menangani dapur karena kelalaian ataupun ketidakpatuhan terhadap SOP. Itu kan tanggung jawab Kepala Dapur,” tegas Trenggono di Sidoarjo, Jumat (4/9/2026). Meski demikian, BGN menyatakan belum menjatuhkan sanksi apa pun terhadap pemilik dapur.

BACA JUGA:  KPU Serahkan Salinan Ijazah Jokowi, Komisi II DPR Pertanyakan Konsistensi Pernyataan

“Bukan pemilik SP, tetapi kepala dapur yang dicopot. Begitu kejadian, dapurnya tidak dioperasionalkan dan kepala dapurnya dicopot,” tambahnya menegaskan bahwa sanksi tahap ini baru ditujukan kepada pengelola dapur dan kepala dapur, belum menjangkau pemilik SPPG.

Trenggono menjelaskan alasan pemberian sanksi karena SPPG Kalitengah dinilai tidak menjalankan SOP dengan baik. Bahkan, hasil penelusuran menemukan adanya unsur kelalaian yang disengaja dalam proses pengiriman makanan kepada para penerima manfaat.

“Makanya kami lihat. Apabila dapur nanti tidak melaksanakan SOP dengan baik, kesengajaan, dan ini tidak sesuai dengan apa yang sudah menjadi aturan dari BGN, ya bisa kita hentikan secara permanen,” peringatannya agar kejadian serupa tidak terulang di dapur-dapur lain.

Sementara itu, Rafli Ridho selaku mantan kepala dapur sebelumnya telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden keracunan yang menimpa ratusan warga. “Mohon maaf ya, saya menyesal,” ujar Rafli kepada awak media saat dikonfirmasi pada Rabu (3/9/2026).

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan temuan penting dari hasil penelusuran awal. Makanan yang dibagikan ternyata telah selesai dimasak sejak pukul 05.00 WIB, padahal idealnya makanan harus dikonsumsi sebelum pukul 09.00 WIB agar tetap aman dan layak dikonsumsi.

BACA JUGA:  Sidang Ijazah Jokowi Masuk Pembuktian 1 Oktober

“Yang menjadi kenyataannya di lapangan, makanan yang harusnya dimakan sebelum jam 10.00, baru dikirim ke sekolah di atas jam 11.00, dan baru dimakan siswa di atas jam 12.00,” ungkap Sudaryono menyoroti keterlambatan pengiriman yang melanggar ketentuan keamanan pangan.

Sudaryono menegaskan bahwa keterlambatan hingga makanan dikonsumsi lewat tengah hari itu bukan sekadar kecerobohan, melainkan pelanggaran yang disengaja terhadap prosedur. “Ini adalah kelalaian yang disengaja. Saya ulangi, ini kelalaian yang disengaja,” tegasnya dengan nada tegas.

Insiden keracunan itu menimpa ratusan santri Pondok Pesantren Manba’ul Hikam dan sejumlah pelajar sekolah lain di Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo. Hingga Jumat pagi, tercatat 748 orang terdampak, 728 di antaranya telah pulang, sedangkan 20 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang
Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura
KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit
Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran
PDIP Bantah Operasi Politik Ijazah Jokowi: Pembuktian Cukup Tunjukkan Dokumen Asli
KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf
Tersangka Blackout Batam-Bintan Ditangkap: 4 Petugas PLN dan 1 Kontraktor Jadi Tersangka
Demo di Tugu Tani: Aliansi Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan, dari Karhutla hingga Biaya Pendidikan
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:34 WIB

KPK Bantah Video Jemput Paksa Nusron Wahid: Penyidik Siapkan Panggilan Ulang

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Dirjen Imigrasi Pastikan Menteri ATR Nusron Wahid Sudah Kembali ke Indonesia Usai dari Singapura

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:10 WIB

KPK Surati Panglima TNI Soal Dugaan Korupsi Dana Bencana BNPB yang Libatkan Oknum Prajurit

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Tim Advokasi Hadiri Gelar Perkara Bareskrim Polri Terkait Suket Penyetaraan Ijazah Gibran

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:03 WIB

KMP Batu Mandi Terbakar di Merak: ASDP Ungkap Kronologi dan Sampaikan Permohonan Maaf

Berita Terbaru