Lumajang-Mediadelegasi: Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Senin (12/10/2026) pukul 11.13 WIB. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi 900 meter di atas puncak atau mencapai 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Petugas pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, melaporkan kolom abu berwarna putih hingga kelabu. Aktivitas erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi 105 detik.
Berdasarkan laporan Badan Geologi, tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak. Aktivitas vulkanik tersebut menjadi perhatian karena berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat di sekitar kawasan gunung.
PVMBG Keluarkan Peringatan Bahaya
Menyikapi erupsi tersebut, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat agar mematuhi rekomendasi keselamatan dan menghindari sejumlah kawasan rawan bencana di sekitar Gunung Semeru.
Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara, khususnya sepanjang Besuk Kobokan, hingga radius 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
Selain itu, warga diminta menjauhi sempadan sungai sejauh 500 meter dari tepi Besuk Kobokan. Kawasan tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga 17 kilometer dari puncak.
PVMBG juga melarang aktivitas masyarakat dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area tersebut berisiko terkena lontaran batu pijar yang membahayakan keselamatan.
Waspadai Awan Panas dan Lahar
Selain ancaman lontaran material vulkanik, masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas guguran, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di puncak Gunung Semeru.
Sejumlah aliran sungai yang perlu mendapat perhatian meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Ancaman lahar juga dapat terjadi di sungai-sungai kecil yang terhubung dengan aliran Besuk Kobokan.
Masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar kawasan tersebut diimbau tidak mengabaikan peringatan petugas. Warga juga diminta menghindari jalur aliran material vulkanik, terutama ketika hujan turun di kawasan puncak.
Kepatuhan terhadap rekomendasi PVMBG menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko korban jiwa akibat aktivitas vulkanik Gunung Semeru.
Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan aktivitas gunung melalui kanal informasi resmi Badan Geologi dan PVMBG serta mengikuti arahan petugas di lapangan. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Tagor
Editor : Alan







