BI: Rupiah Melemah Terbatas 0,28%, Tetap Terkendali Meski Tekanan Global Berlanjut

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Foto: Ist.

Bank Indonesia terus melakukan langkah stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian pasar keuangan global. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Bank Indonesia (BI) menegaskan pelemahan nilai tukar rupiah masih terkendali di tengah tekanan pasar keuangan global. Sejak awal kuartal IV 2026, rupiah tercatat melemah terbatas sebesar 0,28 persen dan pergerakannya tetap sejalan dengan mata uang negara-negara di kawasan.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin Gunawan Hutapea, menjelaskan tekanan ini muncul akibat meningkatnya sentimen penghindaran risiko atau risk-off di pasar global yang mendorong penguatan dolar Amerika Serikat (AS).

“Secara umum, pergerakan Rupiah masih sejalan dengan mata uang kawasan, dengan pelemahan terbatas sebesar 0,28 persen secara quarter-to-date. Cadangan devisa juga tetap terjaga sebesar USD 146,3 miliar pada akhir September 2026,” ujar Erwin dalam keterangan resmi, Jumat (16/10/2026).

BACA JUGA:  Dr. Maruli Siahaan Dorong RUU Hak Cipta Jaga Keseimbangan Perlindungan Karya Jurnalistik dan Kebebasan Pers

Meski pelemahan masih dalam batas wajar, Erwin mengingatkan tekanan terhadap pasar keuangan domestik berpotensi berlanjut. Ketidakpastian global mendorong investor mengurangi kepemilikan aset berisiko, sehingga arus keluar dana dari portofolio dalam negeri diperkirakan masih terjadi.

“Di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang mendorong penguatan USD dan menekan pasar keuangan domestik, arus keluar dana dari aset portofolio domestik diperkirakan masih berlanjut,” ungkapnya.

Menghadapi dinamika tersebut, BI menegaskan komitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga nilai tukar rupiah tetap selaras dengan fundamental perekonomian sekaligus memastikan mekanisme pasar berjalan lancar.

“Bank Indonesia berkomitmen untuk terus hadir di pasar guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah sesuai fundamentalnya dan memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik,” tegas Erwin.

BACA JUGA:  Ayah Kandung di Sidoarjo Perkosa Anak 13 Tahun Berulang Kali, Paksa Minum Pil KB

Langkah stabilisasi dilakukan melalui intervensi di berbagai instrumen keuangan, baik di dalam maupun luar negeri. Di antaranya transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar luar negeri, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

Selain intervensi langsung, BI juga menjaga kecukupan likuiditas dan mengelola struktur suku bunga di pasar uang. Koordinasi serta komunikasi intensif dengan korporasi, pelaku pasar, dan pihak terkait terus diperkuat agar seluruh pemangku kepentingan memahami kondisi pasar dan dapat bertindak dengan bijak. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bahlil: Stok BBM Nasional 16–18 Hari Masih Aman, Pertalite Paling Tekan, Pasokan Dipercepat
Kepala KSP Listyo Sigit: Kopdes Merah Putih Bisa Jual Obat Bebas dan Bebas Terbatas
Anggota DPR Hasbiallah Ilyas: Pelaku Korupsi Dana BNPB Harus Dihukum Berat, Tak Boleh Ditoleransi
Wakil Panglima TNI Maruli Simanjuntak: Akan Pelajari Putusan MK Revisi UU Peradilan Militer
Jokowi: Hak Angket DPR Adalah Hak Konstitusional Semua Partai Terkait Polemik Ijazah Gibran
KPK Sita Ember Biru dan Uang Rp1,9 Miliar, OTT Bupati Klaten Naik ke Tahap Penyidikan
Prabowo Lantik Tandyo Budi Revita Jadi KSAD, Maruli Simanjuntak Bergeser Wakil Panglima TNI
Prabowo Lantik Richard Tampubolon dan Yusuf Djauhari Jadi Wakil Menteri Pertahanan
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 16:05 WIB

Bahlil: Stok BBM Nasional 16–18 Hari Masih Aman, Pertalite Paling Tekan, Pasokan Dipercepat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:19 WIB

Kepala KSP Listyo Sigit: Kopdes Merah Putih Bisa Jual Obat Bebas dan Bebas Terbatas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:54 WIB

Anggota DPR Hasbiallah Ilyas: Pelaku Korupsi Dana BNPB Harus Dihukum Berat, Tak Boleh Ditoleransi

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:10 WIB

Wakil Panglima TNI Maruli Simanjuntak: Akan Pelajari Putusan MK Revisi UU Peradilan Militer

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:27 WIB

BI: Rupiah Melemah Terbatas 0,28%, Tetap Terkendali Meski Tekanan Global Berlanjut

Berita Terbaru