Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah warga dan nelayan berdiri di tepi aliran perairan di kawasan Medan Utara yang menjadi lokasi perlintasan dan kemunculan buaya muara. Warga berharap Pemko Medan dan pihak berwenang segera turun tangan melakukan penanganan sebelum jatuh korban. Foto: Ist.

Sejumlah warga dan nelayan berdiri di tepi aliran perairan di kawasan Medan Utara yang menjadi lokasi perlintasan dan kemunculan buaya muara. Warga berharap Pemko Medan dan pihak berwenang segera turun tangan melakukan penanganan sebelum jatuh korban. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Kemunculan sejumlah buaya muara di kawasan perairan Siombak hingga Paloh Gayor, Medan, memicu reaksi keras dari kalangan legislatif. Kehadiran satwa liar tersebut dinilai telah menciptakan ketakutan serta keresahan mendalam bagi masyarakat sekitar, khususnya para nelayan kecil yang menggantungkan sumber penghidupan harian di sungai dan kawasan muara.

Menanggapi situasi ini, Anggota Komisi IV DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS), Zulham Efendi, S.Pd., M.I., mendesak Pemerintah Kota (Pemko Medan) untuk segera mengambil langkah konkret di lapangan.

Menurut estimasi, kemunculan buaya di wilayah tersebut diperkirakan berjumlah sedikitnya delapan ekor. Zulham menegaskan bahwa persoalan ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat lokasi kemunculannya berada sangat dekat dengan permukiman warga, area tambak, serta titik aktivitas pencari kepah.

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas. Jangan sampai kita menunggu jatuhnya korban terlebih dahulu baru kemudian melakukan penanganan. Pemerintah harus segera turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya dan mengambil langkah antisipasi,” tegas Zulham saat memberikan keterangan di Medan, Minggu (25/10/2026).

BACA JUGA:  Skandal Proyek Jalan Sumut, Topan Ginting Ungkap Fakta di Persidangan?

Politisi PKS asal Medan Utara ini menyampaikan bahwa Pemko Medan perlu bergerak cepat dengan menggandeng Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sumatera Utara serta aparat kewilayahan terkait. Sinergi lintas instansi ini penting guna memetakan titik kemunculan buaya sekaligus mengukur tingkat ancaman faktual bagi warga.

Selain itu, ia juga mendorong adanya patroli dan pemantauan secara berkala di sepanjang aliran sungai serta kawasan muara yang dilaporkan rawan. Segala informasi terkait pergerakan satwa liar tersebut wajib disampaikan secara transparan agar tingkat kewaspadaan warga meningkat.

Di sisi lain, Zulham mengingatkan bahwa para nelayan kecil tidak bisa serta-merta menghentikan aktivitas melaut atau mencari ikan karena menyangkut urusan perut dan dapur keluarga. Pemerintah dituntut hadir memberikan solusi pengamanan yang memadai.

“Nelayan kecil tidak bisa begitu saja menghentikan aktivitasnya karena mencari ikan merupakan sumber penghidupan mereka. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perlindungan dan solusi yang tepat agar masyarakat tidak dihadapkan pada pilihan antara mencari nafkah dan mempertaruhkan keselamatan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Musda Ke-14 KNPI Medan Cacat Administrasi

Sebagai langkah pencegahan sementara, Ketua Bidang Petani, Peternak, dan Nelayan DPW PKS Sumut ini turut mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas berisiko di perairan. Warga diminta tidak mandi, berenang, atau membiarkan anak-anak bermain di sekitar sungai yang rawan, serta dilarang keras mencoba menangkap atau memberi makan buaya secara mandiri.

Terkait spekulasi warga yang menduga kenaikan air pasang dan perubahan lingkungan menjadi pemicu migrasi buaya ke hulu sungai, Zulham menyarankan agar instansi berwenang melakukan kajian ilmiah yang mendalam. Penyebab kemunculan satwa tersebut harus dipastikan melalui data yang valid, bukan sekadar asumsi.

“Persoalan ini harus ditangani secara serius, bukan hanya dengan imbauan. Perlu ada langkah cepat, koordinasi lintas instansi, dan sistem peringatan bagi warga. Pada saat yang sama, penanganan buaya harus dilakukan oleh petugas yang kompeten dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa liar,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Kasus Korupsi Lahan Tol Medan-Binjai: 6 Bulan Belum Ada Tersangka, Masyarakat Desak Kejati Sumut Transparan
Stadion Teladan Medan 5 Tahun Tak Rampung, Rico Waas Kejar Deadline!
Jelang Mubes HBB, Tokoh Batak Serukan Persatuan dan Kolaborasi
Lamsiang Sitompul Ajak Tokoh Batak Hadiri Audiensi HBB di Medan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Selasa, 20 Oktober 2026 - 13:59 WIB

Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:08 WIB

HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:04 WIB

BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas

Berita Terbaru

Penampakan sejumlah WNA asal Malaysia dan Singapura saat terjaring operasi keimigrasian di sebuah lokasi di Dalung, Bali, karena menyalahgunakan izin tinggal untuk mengoperasikan pinjol ilegal. Foto: Ist.

Nasional

Imigrasi Ngurah Rai Tangkap 17 WNA Markas Pinjol Ilegal di Bali

Selasa, 27 Okt 2026 - 11:07 WIB