Medan-Mediadelegasi: Menjelang Musyawarah Besar (Mubes) dan pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB), sejumlah tokoh adat, akademisi, rohaniwan, politik, pemuda, dan perempuan menyatakan dukungan terhadap penguatan organisasi sebagai wadah pemersatu seluruh puak Batak.
Dukungan tersebut disampaikan dalam audiensi yang digelar di Gedung Perpustakaan Universitas HKBP Nommensen, Jalan Sutomo, kawasan Medan Timur, Senin (12/10/2026). Pertemuan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen bersama untuk membawa HBB semakin berkembang.
Audiensi dihadiri Ketua Umum DPP HBB, Lamsiang Sitompul, SH, MH, bersama penasihat HBB Dr. RE. Nainggolan, SE, MM, serta berbagai tokoh dan perwakilan ketua marga.
Turut hadir CEO Media Delegasi Nusantara, Ir. Mandalasah Turnip, SH, yang turut mengikuti audiensi menjelang pelaksanaan Musyawarah Besar (Mubes) dan pelantikan pengurus DPP Perkumpulan Horas Bangso Batak (HBB).
Selain itu, hadir pula Ketua Turnip Kota Medan, Pandapotan Turnip, ST, MT, yang ikut menghadiri pertemuan tersebut sebagai bagian dari dukungan terhadap upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan Bangso Batak.
HBB Berkomitmen Menyatukan Seluruh Puak Batak
Dalam sambutannya, Lamsiang Sitompul menjelaskan bahwa HBB didirikan delapan tahun lalu berangkat dari kerinduan untuk mempersatukan seluruh puak Batak dalam satu wadah kebangsaan.
Menurutnya, perjalanan organisasi hingga saat ini merupakan hasil perjuangan dan komitmen untuk membangun kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Batak.
Penasihat HBB, Dr. RE. Nainggolan, SE, MM, yang akrab disapa Oppung, mengakui bahwa membangun organisasi yang mampu merangkul seluruh puak Batak bukan perkara mudah. Namun, konsistensi dan dukungan berbagai pihak membuat HBB terus bertumbuh dan memperluas jangkauan ke sejumlah provinsi.
Ia menegaskan, HBB harus tetap menjaga marwah, kepribadian, dan kehormatan budaya Batak. Organisasi tersebut juga diharapkan mampu menjadi wadah nasional yang terbuka bagi seluruh kalangan, tanpa membedakan latar belakang agama.
“Jika kita berjalan sendiri, kita akan cepat berhenti. Jika kita berjalan bersama-sama, kita akan berjalan jauh,” ujarnya.
Oppung turut mendorong agar audiensi dan pertemuan serupa dilaksanakan secara rutin setiap enam bulan untuk memperkuat komunikasi, konsolidasi, serta pengembangan organisasi di berbagai daerah.
HBB Diharapkan Menjadi Wadah Kaderisasi Generasi Batak
Tokoh adat Dr. Jimmy menilai HBB telah memberikan kontribusi penting bagi perkembangan Bangso Batak selama delapan tahun terakhir.
Ia berharap organisasi ini tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi tempat mempersiapkan generasi muda Batak yang memiliki karakter kuat, wawasan luas, dan kemampuan menghadapi tantangan masa depan.
Sementara itu, akademisi Prof. Robert Sibarani mengapresiasi HBB karena dinilai mampu membangun kebersamaan di tengah beragamnya karakter dan latar belakang puak Batak.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat Batak untuk ikut mendukung dan memperluas keanggotaan organisasi agar semakin inklusif.
Menurutnya, nilai yang terkandung dalam nama Horas dapat menjadi semangat untuk membangun masyarakat yang kuat, beradab, dan menjunjung tinggi kasih.
Dukungan juga disampaikan Pdt. Choky yang mendorong kolaborasi antara organisasi, rohaniwan, dan masyarakat dalam membangun mental serta kehidupan spiritual, sekaligus menjadikan kebudayaan Batak sebagai kontribusi positif bagi kebudayaan yang lebih luas.
Tokoh Politik dan Marga Dukung Kebesaran HBB
Tokoh politik Boydo Panjaitan menilai HBB merupakan gerakan yang layak mendapat dukungan karena mempertemukan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, akademisi, hingga kalangan politik.
Ia menegaskan bahwa politik seharusnya menjadi sarana untuk memperjuangkan kebaikan dan kepentingan masyarakat.
Dukungan serupa datang dari tokoh pemuda Hendri Naipospos dan tokoh perempuan Murni Tobing. Murni mengingatkan kembali perjalanan awal HBB, termasuk kiprahnya dalam gerakan Save Babi beberapa tahun lalu.
Ia mengajak seluruh Bangso Batak untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama membesarkan organisasi.
Sejumlah perwakilan marga turut menyatakan dukungan, di antaranya Siagian, Sibarani, Sitorus, Sirait, Turnip, Sitompul, Rajagukguk, Tobing, dan Butarbutar.
Rangkaian audiensi ditutup dengan sesi foto bersama dan makan bersama sebagai simbol kebersamaan serta komitmen untuk terus mempererat hubungan antartokoh dan elemen masyarakat Batak.
Sebagai informasi, Mubes dan pelantikan pengurus DPP Perkumpulan Horas Bangso Batak dijadwalkan berlangsung pada 23–24 Oktober 2026 di Medan. Agenda tersebut diharapkan menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat peran HBB sebagai wadah persatuan seluruh puak Batak. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
Penulis : Andre S
Editor : Alan







