“Apalagi masjid ini terletak di Ponpes yang tentu memiliki nilai tersendiri karena selain sebagai sarana ibadah masjid ini juga akan digunakan santri untuk melakukan aktifitas belajar, seperti kegiatan tahfiz dan lain-lain,” jelas Sutarto.
Secara umum, kata Sutarto, PDI Perjuangan sangat konsen dengan jalan dakwah, sebagai buktinya hampir di semua Kantor-Kantor PDI Perjuangan memiliki sarana Ibadah yang digunakan oleh Baitul Muslimin Indonesia (BAMUSI) untuk kegiatan dakwah.
“Kalau di Jakarta, Masjid At-Taufiq di Komplek DPP bahkan menampung Jamaah Salat Jumat masyarakat sekitar Kantor DPP, Kalau di Sumut kita memiliki Mushala At-Taufiq dan hampir di Setiap DPC kita memiliki Musala dan yang terbaru Ketua DPD PDI Perjuangan baru saja meresmikan Musala Al Marhaen di DPC Deliserdang,” jelas Sutarto.
Sutarto berharap, akan selalu bergandengan tangan dengan pemuka-pemuka agama untuk baik itu Muslim, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan Konguchu untuk melakukan penguatan terhadap rumah besar kita dengan komitmen kebangsaan NKRI harga mati.
“Keberagaman adalah asset seluruhnya harus didorong dan tidak boleh ada yang ditinggal, karena semuanya adalah tiang-tiang bagi tegaknya NKRI di Bumi Nusantara,” pungkas Sutarto. D|Rel