Sementara itu, Pengamat Ekonomi Gunawan Benjamin mengakui harga cabai merah mengalami penurunan yang cukup signifikan jelang akhir pekan.
Kata Akademisi UISU itu, pada dasarnya harga cabai merah memang dalam tren turun, meskipun diproyeksikan masih akan kesulitan untuk ditransaksikan dalam rentang hingga Rp33 ribu/kg pada November mendatang.
“Ketergangtungan Sumut pada cabai merah dari luar Sumut, membuat harga cabai merah di wilayah ini berpeluang bergerak sangat volatile. Dan intervensi yang dilakukan pemerintah Sumut memang bisa meredam harga cabai merah sesaat.
Belakangan intervensi yang dilakukan Pempropsu cukup efektif dalam menekan harga, meskipun sempat alami kegagalan di awal intervensinya,” ujar Gunawan Benjamin.
Langkah Gubernur Sumut dalam meredam inflasi dengan intervensi harga memang efektif dalam jangka pendek.
“Namun sebaiknya jangan sering dilakukan. Terlebih jika dilakukan dengan mengandalkan intervensi dengan skema subsidi barang dari luar wilayah Sumut. Selain bisa memicu keluhan di kalangan pedagang, intervensi yang dilakukan juga tidak memberikan manfaat ke petani yang ada di Sumut,” tukas Gunawan.
Sebelumnya, selain di Pasar Petisah, Pemprovsu juga mendistribusikan cabai merah antara lain ke Pasar Induk Lau Cih, Pasar MMTC, Pasar Sei Sikambing, Pusat Pasar, Pasar Sukaramai, serta sejumlah pasar di Kabupaten Deliserdang.
Langkah ini merupakan tindaklanjut dari instruksi Gubernur Sumut, untuk menjaga stabilitas harga bahan pangan utama penyumbang inflasi. Dengan langkah kolaboratif itu, diyakini laju inflasi di Sumut bisa terkendali.D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.
j






