Jelang Ramadhan Pemprov Sumut Jamin Stok Pangan

Kamis, 22 Januari 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor di kantor Gubernur Sumatera Utara. (Foto:Ist)

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor di kantor Gubernur Sumatera Utara. (Foto:Ist)

Medan-Mediadelegasi: Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa harga bahan pokok Jelang Ramadhan hingga Hari Raya Idulfitri 2026 akan berada dalam kondisi stabil. Kepastian ini didasarkan pada perhitungan stok pangan daerah yang saat ini berada pada posisi surplus.

Jelang Ramadhan Pemprov Sumut Kawal Pasokan Pangan

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumut, Timur Tumanggor, menyatakan bahwa kondisi stok yang melimpah menjadi fondasi utama menjaga stabilitas harga. Melalui Program Jaminan Kestabilan Harga Komoditas Pangan (Jaskop), pemerintah terus melakukan intervensi secara terukur agar tidak terjadi lonjakan harga Jelang ramadhan hingga hari raya Idulfitri yang membebani warga.

Baca juga : https://mediadelegasi.id/apcs-jadi-ajang-promosi-umkm-sumatera-utara/

Dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Rabu (21/1/2026), Timur mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, Sumatera Utara mencatatkan prestasi gemilang dalam produksi beras. Tercatat, total produksi beras di wilayah ini mencapai angka lebih dari 2.222.000 ton.

Angka produksi tersebut jauh melampaui tingkat konsumsi masyarakat Sumatera Utara yang berkisar di angka 1,7 juta ton per tahun. Dengan demikian, Sumut memiliki cadangan surplus sebesar 501 ribu ton, yang memposisikan provinsi ini sebagai salah satu lumbung pangan penyokong kebutuhan provinsi lain.

Selain komoditas beras, beberapa bahan pangan strategis lainnya juga menunjukkan tren positif. Timur merinci bahwa stok cabai merah mengalami surplus sebesar 134 ribu ton, disusul jagung sebanyak 135 ribu ton, dan cabai rawit dengan kelebihan stok mencapai 65 ribu ton.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Dukung Penuh Program Magang Nasional 2025, 91 Perusahaan Siap Tampung Lulusan Baru

Meskipun pasokan melimpah, Timur mengakui bahwa harga cabai merah tetap memiliki tantangan tersendiri karena sering mengalami fluktuasi. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat dari provinsi luar yang berani membeli hasil panen petani Sumut dengan harga yang lebih tinggi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemprov Sumut menerapkan strategi intervensi tepat waktu saat masa panen tiba. Langkah ini bertujuan untuk mengunci stok di dalam daerah sehingga kebutuhan lokal tetap terpenuhi dengan harga yang terkendali sebelum didistribusikan ke luar wilayah.

Sebagai langkah jangka panjang, Pemprov Sumut fokus mengembangkan kawasan unggulan padi yang tersebar di lima kabupaten/kota, termasuk Deliserdang, Serdangbedagai, dan Asahan. Program ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan dari sektor hulu secara berkelanjutan.

Tidak hanya padi, pengembangan kawasan unggulan untuk cabai merah juga terus digenjot, khususnya di Kabupaten Karo dan Kabupaten Batubara. Di wilayah-wilayah sentra ini, pemerintah memberikan dukungan penuh berupa bantuan alat mesin pertanian (alsintan), pupuk, hingga bibit berkualitas tinggi.

Pemerintah juga menaruh perhatian serius pada pemulihan lahan pertanian pascabencana yang sempat melanda beberapa titik. Berdasarkan data teknis, terdapat sekitar 31.123 hektare lahan yang terdampak dengan klasifikasi kerusakan mulai dari ringan hingga berat.

Di Kecamatan Tukka, Sibolga, misalnya, pemerintah telah melakukan penanaman kembali pada 94 hektare lahan yang rusak. Timur memastikan bahwa petani yang terdampak mendapatkan bantuan bibit secara gratis sebagai bagian dari upaya pemulihan produktivitas lahan secara cepat.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut: R3P Pascabencana Rampung Akhir Januari 2026

Proses pemulihan lahan ini dilakukan secara kolaboratif melalui semangat gotong royong antara Kementerian Pertanian, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kabupaten/Kota. Sinergi ini diharapkan mampu meminimalkan dampak negatif bencana terhadap total produksi panen raya mendatang.

Di sisi lain, Kepala Bappelitbang Sumut, Dikky Anugrah, menyoroti inovasi teknologi pascapanen melalui pembangunan 10 unit Solar Dryer Dome (SDD) dan 10 unit gudang penyimpanan. Fasilitas ini dibangun di Kabupaten Batubara dan Karo guna menjaga kualitas cabai agar tetap segar lebih lama.

Penggunaan teknologi SDD terbukti efektif karena mampu menampung hingga 2 ton cabai merah dan mengurangi risiko kehilangan hasil pascapanen hingga 20 persen. Inovasi ini tidak hanya menstabilkan pasokan di pasar, tetapi juga berhasil meningkatkan pendapatan petani hingga mencapai 22 persen.

Sebagai langkah reaktif saat terjadi lonjakan harga di masa lalu, Pemprov Sumut juga terbukti sukses menekan inflasi melalui operasi pasar dan pengadaan stok dari luar daerah. Berbagai upaya komprehensif ini berhasil membawa angka inflasi Sumut turun ke level 3,96% pada November 2025, yang menjadi modal positif menghadapi tahun 2026.D|Red

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

 

Satu tanggapan untuk “Jelang Ramadhan Pemprov Sumut Jamin Stok Pangan”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejati Sumut Tegaskan Gedung Baru Tahap I Selesai 100 Persen, Usulan Tahap II Masih Menunggu Keputusan Kejagung
PRSU 2026 Resmi Ditutup, Putaran Uang Capai Rp50 Miliar Selama Satu Bulan
Bobby Nasution: Dukung Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Tapi Harus Berbasis Kinerja
Bobby Nasution Minta OJK Sumut Dorong Ekonomi Syariah & Kebutuhan Daerah Sesuai Karakteristik
Ombudsman RI Desak BPN Sumut Percepat Penyelesaian Laporan Pertanahan Masyarakat
Brigjen Naek Pamen Simanjuntak Resmi Jabat Wakapolda Sumut, Gantikan Brigjen Sonny Irawan
Diskominfo Sumut Gelar Coaching Clinic SP4N Lapor, Kecepatan Respons Aduan Jadi Fokus Utama Perbaikan
Realisasi PAD Sumut Tembus 50 Persen Lebih Awal, Capai Rp3,5 Triliun Hingga Akhir Juli 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Kejati Sumut Tegaskan Gedung Baru Tahap I Selesai 100 Persen, Usulan Tahap II Masih Menunggu Keputusan Kejagung

Senin, 3 Agustus 2026 - 11:57 WIB

PRSU 2026 Resmi Ditutup, Putaran Uang Capai Rp50 Miliar Selama Satu Bulan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Bobby Nasution: Dukung Kenaikan Gaji Kepala Daerah, Tapi Harus Berbasis Kinerja

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:36 WIB

Bobby Nasution Minta OJK Sumut Dorong Ekonomi Syariah & Kebutuhan Daerah Sesuai Karakteristik

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:14 WIB

Ombudsman RI Desak BPN Sumut Percepat Penyelesaian Laporan Pertanahan Masyarakat

Berita Terbaru