Masih di tempat sama, Ketua Umum PB MABMI Datok Sri H. Syamsul Arifin mengatakan, orang yang paling tepat yaitu Ir. H Zahir untuk menjadi ketua PW MABMI. Kedepannya tugas Zahir sebagai Ketua PW MABMI tidak gampang. Mari kita dukung PW MABMI untuk menjaga dan membesarkan adat dan budaya Melayu di Sumatera Utara.
Sementata itu Gubernur Sumatera Utara Bapak H. Edy, menyampaikan bahwa titik pertama bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Untuk itu kita perlu menjaga budaya Melayu di Indonesia.
Kedepannya saya menginstruksikan Setiap hari jumat pakai teluk belanga di daerah daerah Melayu dan memakai pakaian adat masing masing daerah. Hal ini untuk Menunjukan bahwa budaya dan adat di provinsi Sumatera Utara sangat bernilai besar.
Dengan adanya MABMI, saya meminta harus dibahas dan digali lagi sejarah tentang Melayu agar tidak habis terkikis sejarah tentang Melayu di Sumut oleh zaman. Ujar Edy
Kedepannya mudah – mudahan provinsi Sumatera Utara akan menjadi dunia Industri yang sangat besar. Hal ini didukung karena Sumatera Utara dilalui oleh selat Malaka yang merupakan jalur ekonomi dunia. Dan jalur selat Malaka berada di Kabupaten Batu Bara. Jadi Kabupaten Batu Bara merupakan Pintu masuk Ekonomi Dunia.
“Untuk menjaga nilai budaya dan Adat dimulai dari istana – istana yang masih berdiri di Sumut. Untuk itu Saya ingin semuanya bekerja sama dan diperjelas puak puak Melayu untuk membangkitkan kebesaran Melayu. Karena Provinsi Sumatera Utara marwahnya Melayu,” tegas Bapak Edy Rahmayadi.D|Mdn-Az