Edi juga menjelaskan, sekira 100 Kepala Keluarga (KK) yang rumahnya terendam banjir sangat berdampak kerugian, imbasnya pun menyulitkan ekonomi keluarga, sebab sejak 3 hari belakangan aktivitas warga terhenti total.
“Pasca banjir dua hari melanda, di hari ketiga pun masih disibukkan dengan beres-beres rumah akibat dampak banjir itu, agar bisa ditinggali,” ungkapnya.
Sehingga kondisi ini, bilang Edi, tentulah uluran tangan sangat diharapkan. “Kami sangat mengharapkan adanya bantuan dari Pemerintah Kabupaten Labusel, ekonomi keluarga kami sangat terdampak dari datangnya banjir,” celutuknya.
Dari amatan, Mediadelegasi, Jumat (20/11), banjir yang melanda Desa Langgapayung itu, dibeberapa titik terlihat mencapai 1 meter atau air setinggi dada orang dewasa. Bahkan beberapa rumah yang terendam terlihat kosong dan tak berpenghuni selama 2 hari.
Sedangkan di hari ketiga, sekira 100 KK penghuni rumah yang tadinya terendam banjir, terlihat disibukkan dengan kegiatan membersihkan lumpur-lumpur yang mengenang lantia rumah serta menjemuri atau mengeringkan alat-alat perabotan rumah tangga yang terendam. D|Lbs-50