Medan-Mediadelegasi: Di tengah malam yang masih menyisakan bau lumpur dan kepedihan, warga Kampung Sriwijaya kembali merasakan hadirnya harapan. Laznas Syarikat Islam bersama Laznas Syarikat Islam PW Sumatera Utara, Indonesian Gas Society (IGS), PGIC Peduli, dan Amanah Zakat mengirimkan bantuan penting: 7.800 liter air bersih, makanan ringan, sarden kaleng, hingga lampu solar cell yang kini menerangi lorong-lorong gelap yang dua pekan terakhir lumpuh tanpa listrik.
Namun yang paling mengguncang nurani adalah hadirnya keikhlasan dari sosok jauh ribuan kilometer: Tuan Guru Syech Ismail Omar Husein Abujudeh dari Gaza, Palestina.
Di tanah yang setiap detiknya dihujani bom dan peluru Israel, Syech Ismail justru memilih tetap berbagi untuk korban banjir di Aceh, sebuah ketulusan yang membuat banyak warga tersedu.
“Alhamdulillah, air ini seperti nikmat dari langit setelah rumah kami hanyut dan anak-anak kelaparan. Tapi yang paling bikin hati ini pilu, saudara dari Gaza yang sedang berjuang mempertahankan hidup, masih ingat kami di sini. Mereka dibom di sana, kita banjir di sini—tapi ukhuwah tetap menyatukan,” ujar Ibu Siti (45), sambil menyeka air matanya di bawah cahaya solar cell yang baru terpasang.
Hal serupa disampaikan Bapak Rahman (52), ayah tiga anak yang sudah berminggu-minggu hidup dalam gelap.
“Lampu ini memang menerangi gang kami, tapi cahaya sebenarnya datang dari hati Syech Ismail. Di tengah perang, dia masih memikirkan kami yang miskin di Aceh. Ini pelajaran besar: musibah berbeda, tapi kita satu umat.”
Bantuan lintas benua ini menjadi pengingat kuat bahwa di balik derita perang maupun bencana, cahaya kemanusiaan selalu menemukan jalannya, bahkan dari Gaza yang sedang berkabung, menuju Sriwijaya yang sedang bangkit dari kelam. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.






