Medan-Mediadelegasi: Ada sisi menarik Dialog Publik dengan tema “Membangun Negeri di Tengah Pandemi” yang digelar PKC PMII Sumut bertepatan menjelang peringatan ke-57 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu, di antaranya turut serta menyumbangkan pengayaan cakrawala demi menguatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air.
Dan menariknya lagi, dari dialog tersebut di antara narasinya mengerucut bahwa Pandemi Covid-19 adalah sebagai uji Konsistensi (Keseriusan) terhadap terlaksananya nilai-nilai kegotongroyongan yang tercermin dalam sila ketiga Pancasila, di tengah-tengah masyarakat berbangsa dan bernegara.
“Pandemi ini merupakan ujian nyata terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mengukur dan membuktikan sejauh mana keseriusan masyarakat dan pemerintah melaksanakan nilai-nilai spirit khususnya pada sila ketiga Pancasila yang telah disepakati sebagai landasan ideologi negeri ini,” kata Ketua PKC PMII Sumut Azlansyah Hasibuan, usai Diskusi Publik, di Hotel Garuda Plaza, Sabtu (15/8).
Lebih lanjut dikatakan pria yang akrab disapa Bobby, Persatuan Indonesia adalah sila ketiga Pancasila. “Sila tersebut merupakan cerminan dari semangat kegotongroyongan, yang jauh sebelum kemerdekaan telah dijalankan di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.
Dipaparkan Azlansyah, cikal-bakal semangat kegotongroyongan di tengah masyarakat itu, terlahirlah kesepahaman di seantero nusantara saat itu untuk bersama-sama merdeka dan mengusir penjajah, yang pada akhirnya sepaham membentuk Negara Republik Indonesia, kemudian Pancasila dijadikan landasan ideologi.
Selanjutnya, Pancasila sebagai pondasi ideologi negara itu pun dirumuskan, yang kemudian semangat kegotongroyongan tercermin dalam sila ketiga. “Tugas kita saat ini adalah mengisi pembangunan yang merupakan buah kemerdekaan itu, tentunya di dalam bingkai kebangsaan dan negara,” ulas Azlansyah.
Saat ini bangsa kita dihadapkan dengan serangan pandemi yang konsekwensinya antara lain menghambat pembangunan. “Di sini masyarakat khsusnya pemuda dan pemerintah sebagai penyelenggara negara harus konsisten bersatu atau gotongroyong menghadapi pandemi,” bilangnya.
Azlansyah menjelaskan, pemuda selain mengadvokasi narasi-narasi dalam menjaga persatuan dan pembangunan, juga mengawal telaksananya program-program pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak covid-19.
Dia menegaskan, pandemi ini mengajarkan kita banyak hal yang selama ini terlupakan. “Padahal, pandemi ini hanya bagian dari uji konsistensi semangat kegotongroyongan yang sejak dahulu diajarkan para pendiri bangsa ini,” tandasnya.
Sebelumnya, persisnya saat menyampaikan sambutan dalam Diskusi Publik tersebut, Azlansyah menyampaikan, pandemi ini akan berlalu dan kalah, namun seluruh elemen bangsa harus konsisten dan satu kesepahaman dalam menghadapi dan melawan Covid-19, sehingga pembangunan terus terlaksana.