Dialog Publik, Azlansyah: Pandemi Uji Konsistensi Kegotongroyongan

Sabtu, 15 Agustus 2020 - 19:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Medan-Mediadelegasi: Ada sisi menarik Dialog Publik dengan tema “Membangun Negeri di Tengah Pandemi” yang digelar PKC PMII Sumut bertepatan menjelang peringatan ke-57 Hari Kemerdekaan Republik Indonesia itu, di antaranya turut serta menyumbangkan pengayaan cakrawala demi menguatkan rasa kebangsaan dan cinta tanah air.

Dan menariknya lagi, dari dialog tersebut di antara narasinya mengerucut bahwa Pandemi Covid-19 adalah sebagai uji Konsistensi (Keseriusan) terhadap terlaksananya nilai-nilai kegotongroyongan yang tercermin dalam sila ketiga Pancasila, di tengah-tengah masyarakat berbangsa dan bernegara.

“Pandemi ini merupakan ujian nyata terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mengukur dan membuktikan sejauh mana keseriusan masyarakat dan pemerintah melaksanakan nilai-nilai spirit khususnya pada sila ketiga Pancasila yang telah disepakati sebagai landasan ideologi negeri ini,” kata Ketua PKC PMII Sumut Azlansyah Hasibuan, usai Diskusi Publik, di Hotel Garuda Plaza, Sabtu (15/8).

Lebih lanjut dikatakan pria yang akrab disapa Bobby, Persatuan Indonesia adalah sila ketiga Pancasila. “Sila tersebut merupakan cerminan dari semangat kegotongroyongan, yang jauh sebelum kemerdekaan telah dijalankan di tengah-tengah masyarakat,” tandasnya.

Dipaparkan Azlansyah, cikal-bakal semangat kegotongroyongan di tengah masyarakat itu, terlahirlah kesepahaman di seantero nusantara saat itu untuk bersama-sama merdeka dan mengusir penjajah, yang pada akhirnya sepaham membentuk Negara Republik Indonesia, kemudian Pancasila dijadikan landasan ideologi.

Selanjutnya, Pancasila sebagai pondasi ideologi negara itu pun dirumuskan, yang kemudian semangat kegotongroyongan tercermin dalam sila ketiga. “Tugas kita saat ini adalah mengisi pembangunan yang merupakan buah kemerdekaan itu, tentunya di dalam bingkai kebangsaan dan negara,” ulas Azlansyah.

BACA JUGA:  Warga Medan Denai Unjuk Rasa Minta Camat Dicopot

Saat ini bangsa kita dihadapkan dengan serangan pandemi yang konsekwensinya antara lain menghambat pembangunan. “Di sini masyarakat khsusnya pemuda dan pemerintah sebagai penyelenggara negara harus konsisten bersatu atau gotongroyong menghadapi pandemi,” bilangnya.

Azlansyah menjelaskan, pemuda selain mengadvokasi narasi-narasi dalam menjaga persatuan dan pembangunan, juga mengawal telaksananya program-program pemerintah dalam menyalurkan bantuan sosial terhadap masyarakat terdampak covid-19.

Dia menegaskan, pandemi ini mengajarkan kita banyak hal yang selama ini terlupakan. “Padahal, pandemi ini hanya bagian dari uji konsistensi semangat kegotongroyongan yang sejak dahulu diajarkan para pendiri bangsa ini,” tandasnya.

Sebelumnya, persisnya saat menyampaikan sambutan dalam Diskusi Publik tersebut, Azlansyah menyampaikan, pandemi ini akan berlalu dan kalah, namun seluruh elemen bangsa harus konsisten dan satu kesepahaman dalam menghadapi dan melawan Covid-19, sehingga pembangunan terus terlaksana.

Karena itu, lanjut Azlansyah, PKC PMII telah telah berbuat berbagai hal di masa sulit itu, di antaranya memberikan bantuan kepada masyarakat dan terhadap mahasiswa terdampak covid telah kita lakukan.

“Berdasarkan data APTISI tercatat 50 % mahasiswa tidak sanggup membayar SPP/UKT karena dampak wabah covid-19,” ungkap Azlansyah sembari menambahkan, untuk persoalan tersebut PKC PMII telah menggerakkan kader untuk mengawasi terlaksananya Program Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa.

Dia menegaskan, pada masa pandemi ini dan berjalannya KIP Kuliah, maka jangan sampai ada mahasiswa yang tak mampu membayar. “Kita mendorong dan membantu melaporkan mahasiswa yang tidak mampu kepada pelaksana KIP,” tandas Azlan.

Begitu juga dampak pandemik terhadap perekenomian, papar Azlansyah, penghasilan masyarakat menurun. ”Banyak karyawan di PHK, masyarakat kehilangan mata pencaharian dan mungkin salah satunya adalah orang tua kita sendiri,” ulasnya.  

BACA JUGA:  Rapidin Simbolon Sebut Tjahjo Kumolo Pejuang Partai

Maka PKC PMII telah berupaya membantu masyarakat dengan menyumbangkan sembako mulai dari beberapa bulan yang lalu dan Insha Allah akan terus kita lanjutkan. Kemudian bersama cipayung telah  mengembangkan home industry.

Dia menambahkan, ending dari kegiatan ini adalah untuk dapat memberikan sumbangsih berupa narasi-narasi dalam menjaga kebersihan, seperti pakai masker, jaga jarak dan lain-lainnya protokoler kesehatan yang diberlakukan di tengah masyarakat.

Kalau dalam masyarakat Isalam yang juga merupakan salahsatu elemen bangsa ini dikenal dengan ajarannya, yakni “Tolongmenolonglah dalam kebajikan dan takwa, kita harus kolaborasi menuntaskan problem Covid-19,” ungkapnya. 

Begitu juga harapannya, kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dalam menjaga dan menjalankan serta memelihara Persatuan Indonesia, yang pada Senin 17 Agustus 2020 seluruh masyarakat Indonesia memperingatinya.

Di akhir sambutannya Azlansyah memesankan pentingnya persatuan dalam kerangka berbangsa dan bernegara. “Pemimpin buat kebijakan, ulama dan mahasiswa serta masyarakat patuhi aturan atau kebijakan. Maka Insha Allah keselamatan dan keberkahan akan kita gapai,” tandasnya.

Dialog menghadirkan 4 nara sumber, selain Bobby Afif Nasuiton, 3  nara sumber lainnya adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumatare Utara Baharuddin Siagian dengan mengambil judul “Strategi Pengingkatan SDM Pemuda”, kemudian Franky Partogi Wijaya Sirait, judul “Ekonomi Politik”, sedangkan  paparan berjudul “Milenial Multikuluturalisme Indonesia Emas 2045” dibawakan Adlin Tambunan diwakil Ficki Fadli Pardede. D| Med-41.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat
Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan
Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya
BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan
BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik
Gol Mania League 2026: SMA Nurcahaya Borong 4 Gelar Juara Usai Kalahkan SMK TI Budi Agung di Final
Anggota DPRD Medan Tia Ayu Anggraini Soroti Fasilitas Minim SMP Negeri 39 Medan, Minta Pemko Segera Benahi
Dinamika Proyek LPJU Medan Berlanjut, Muncul Inisial D dan J, Benarkah Ada Pertemuan dengan Kadishub?
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:47 WIB

Andes Radytya: Dari Aktor Film & Dunia Politik, Kini Resmi Menyandang Gelar Advokat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Wisuda Periode II Unika Santo Thomas Tahun Akademik 2025/2026: Lepas 534 Lulusan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:09 WIB

Kepengurusan KSMI Kota Medan Dibekukan Pengprov KSMI Sumut, Ini Tiga Alasannya

Kamis, 6 Agustus 2026 - 13:47 WIB

BPIP & DPR RI Gelar Penguatan Relawan Gerakan Kebajikan Pancasila di Medan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:06 WIB

BRT Mebidang Medan Rampung Juni 2027, Uji Coba 18 Agustus Pakai Bus Listrik

Berita Terbaru