Ia optimistis akan mendapatkan dukungan dari rekan-rekan sejawat, termasuk beberapa tokoh yang pernah bertarung dalam Pilrek sebelumnya.
“Kami sudah beberapa kali mengadakan pertemuan dengan mantan-mantan petarung rektor, wakil rektor, dan tim sukses rektor sebelumnya. Mereka kemudian membentuk satu kekuatan baru dan hampir semuanya bergabung mendukung saya karena menilai saya lebih berpotensi dibandingkan kader lainnya. Hal ini tentu membuat kami cukup optimis untuk maju,” tutur Baru Sadarun.
Pria kelahiran 1971 ini memperkirakan bahwa pendaftaran calon akan dibuka pada Januari 2025. Sambil memperkuat dukungan di internal kampus, ia kini memfokuskan diri pada penyusunan strategi untuk menata masa depan UHO melalui visi-misi yang akan dipresentasikan jika terpilih.
Menurutnya, salah satu persoalan utama yang dihadapi UHO adalah belum maksimalnya potensi kampus sebagai BLU (Badan Layanan Umum) dalam menggali sumber pendanaan alternatif. Ia melihat bahwa Kampus Hijau memiliki peluang besar untuk mengembangkan unit-unit produktif dan jejaring industri melalui riset terapan serta kerja sama Corporate Social Responsibility (CSR).
Ia mencontohkan pengembangan kantin produktif, layanan jasa kampus, kerja sama tenaga ahli, hingga peran perguruan tinggi dalam mendukung Pelabuhan Perikanan Samudera, yang merupakan pelabuhan terbesar di Indonesia bagian timur.
“Seorang rektor ke depan harus memiliki kemampuan untuk mencari sumber-sumber dana lain, baik melalui kerja sama dengan dana-dana CSR maupun dengan mengembangkan ekonomi produktif yang ada di kampus,” kata Baru Sadarun.
Ketua Jurusan Ilmu Kelautan UHO ini menekankan pentingnya perguruan tinggi untuk menghasilkan entrepreneur, bukan hanya sekadar lulusan sarjana yang terpaku pada karier sebagai abdi negara. Ia berpendapat bahwa pimpinan perguruan tinggi ke depan harus mampu mengonsep entrepreneurship agar dapat memberikan contoh kepada mahasiswa dan dosen.
Visi pembangunan UHO yang ia rumuskan tertuang dalam tagline “KEREN”, yang merupakan akronim dari: Ketakwaan yang terjaga, Ekonomi kreatif dan entrepreneurship, Riset sains dan teknologi, Ekosistem yang terjaga, dan Nasionalis tanpa kotak-kotak primordial.
Ia menegaskan bahwa Kampus Hijau ke depan harus terbebas dari sekat-sekat primordial dan kelompok.
“Jika saya terpilih, saya akan menghilangkan hal itu. Jika kita bersama-sama, pasti kita akan meraih kemenangan. Oleh karena itu, kita harus menjaga kekompakan, kebersamaan, dan jangan terkotak-kotak,” pungkas Baru Sadarun. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.







