Edy-Hasan, T Rizki-Aulia Menang, 10 Ribu Beasiswa Menanti

“Kita harus berjuang, karena hari ini banyak keluarga kita yang masih nganggur, hari ini kita masih dihantui banjir, pilih nomor 1. Rapatkan barisan, kita yakin bisa,” katanya di hadapan tabligh akbar diketuai Hj Adiwani itu.

Menurutnya, di masa mendatang ada 3.000 beasiswa yang akan dibagikan. “Setiap siswa SD Rp450 ribu, SMP Rp750 ribu, SMA Rp1.800 ribu, dan untuk lansia, 100 orang umrah gratis setiap tahun,” janjinya seraya mengungkapkan bahwa di Pemko Binjai ada dana Kesra yang selama ini tak tau kemana alokasinya.

Kondisi sosial masyarakat Kota Binjai, ungkap T Rizki, dalam keadaan serba sulit. Banyak yang jualan, tapi banyak juga yang tutup. “Kalau kita salah memilih pemimpin, begini teruslah nasib kita,” katanya.

Bacaan Lainnya

Sementara Bob Andika, Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan menyebutkan Binjai kota transit yang dikelola dengan tidak benar oleh pemimpinnya. “Rezim harus diganti, karena tak ada kemajuan, hanya benah-benah taman”, kata anak Binjai ini dengan nada berapi-api.

Dia mengatakan, selama ini dia membangun Kabupaten Karo dengan 10 ribu bedah rumah. “Nanti program itu akan saya bawa ke Kota Binjai. Selama ini tidak saya bawa, karena Walikotanya bukan orang PDI Perjuangan,” ujarnya pada kegiatan yang turut dihadiri Dr dr Hj Mariana Sitepu dari F-PDI Perjuangan DPRD Sumut itu.

Jiwa Sehat

Sedangkan Hasan Basri Sagala mengawali pidatonya mengajak jemaah pengajian Akbar Al-Washliyah Binjai itu bersalawat dengan khidmat.

“Mengajak salawat, semoga turun Rahmat Allah SWT Tuhan yang Maha Kuasa. Kita memohon, Allah SWT mencurahkan Rahmatnya ke Kota Binjai dan Sumatera Utara,” ujar Cawagub Sumut pendamping Edy Rahmayadi ini.

Dia juga kembali mengingatkan, Nomor 2 untuk Pilkada Gubernur Sumut, dengan berbagai kemuliaan angka 2. “Dalam berdoa kita minta dengan menengadah dua tangan, kita meminta selamat dunia dan akhirat. Kita berdoa minta kesehatan jasmani dan rohani,” katanya sembari menjeaskan Nomor 1 untuk Kota Binjai Rizky-Aulia, jika tak berkomitmen, berarti mungkin hanya pisik yang sehat, tapi jiwa masih sakit. D|Red-06

Pos terkait