Hutan Batang Toru Butuh Perhatian Serius

Selasa, 24 Juni 2025 - 22:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Ilustrasi - Tambang emas Martabe di kawasan ekosistem Batang Toru merupakan area tambang yang sangat besar dan dikelola oleh PT. Agincourt Resources di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Foto: Mongabay

Ilustrasi - Tambang emas Martabe di kawasan ekosistem Batang Toru merupakan area tambang yang sangat besar dan dikelola oleh PT. Agincourt Resources di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut. Foto: Mongabay

Medan-Mediadelegasi: Kawasan hutan Batang Toru di wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan, Kabupaten Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara kondisinya kian memprihatikan,   sehingga butuh perhatian serius dari pemerintah, masyarakat dan para pemangku kepentingan.

 

 

 

 

 

 

 

Informasi dihimpun Mediadelegasi, Medan, kehadiran sejumlah proyek di kawasan ekosistem Batang Toru turut mengancam kelangsungan flora, fauna serta keanekaragaman hayati termasuk satwa paling langka di dunia, yaitu orangutan Tapanuli.

Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, menekankan bahwa Batang Toru lebih dari sekadar hutan, tetapi juga sumber kehidupan masyarakat sekitar, air bersih, udara, serta pangan dan obat-obatan.

 

 

 

 

 

 

“Ekosistem Batang Toru adalah karunia tak ternilai bagi kita semua. Hutan tropis ini menyimpan keanekaragaman hayati luar biasa,” katanya di Medan, Selasa (24/6).

 

 

 

 

 

 

 

Surya menyatakan hal tersebut saat membuka acara dialog dan sosialisasi Kelompok Kerja (Pokja) Perlindungan dan Pengelolaan Terpadu Ekosistem Batang Toru.

BACA JUGA:  Masyarakat Pardomuan Nauli Juga Protes KTH Sepaket Klaim Lahan

 

 

 

 

 

 

Menurut Wagub, ancaman terganggunya populasi satwa liar hingga menurunnya kualitas lingkungan di kawasan Batang Toru akan berdampak langsung bagi warga, hingga bencana alam.

 

 

 

 

 

“Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara telah menetapkan Keputusan Gubernur Nomor 188.44/156/KPTS/2025 tentang Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Perlindungan Terpadu Ekosistem Batang Toru sebagai wujud nyata komitmen kita semua,” paparnya.

 

Melalui Pokja ini, diharapkan menjadi motor penggerak transformasi, inovasi, serta memperkuat langkah strategis menuju Sumatera Utara Unggul, Maju dan Berkelanjutan, sebagaimana semangat visi Kolaborasi Sumut Berkah.

 

 

 

 

 

 

Apalagi, di dalam Perda Nomor 2/2017 telah ditegaskan bahwa Hutan Batang Toru telah ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Provinsi, sehingga menjadi legal kuat untuk segera menyusun rencana pembangunan berkelanjutan, penataan ruang yang adil serta administrasi yang mendukung perlindungan kawasan.

 

 

 

BACA JUGA:  Poltak Sitorus Dinilai Belum Serius Kelola Potensi Pariwisata Toba

 

 

 

 

Kehadiran Pokja ini juga untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, swasta dan mitra pembangunan.

Tugas pokok Pokja, lanjutnya, mulai dari mengkaji, merencanakan sekaligus mengawasi berbagai upaya perlindungan kawasan Batang Toru secara terpadu.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Sumut Yuliani Siregar berharap, kehadiran forum Pokja ini menjadi penekanan terhadap para pihak untuk serius dalam memberikan perlindungan terhadap kawasan hutan Batang Toru.

 

Upaya perlindungan terpadu terhadap ekosistem Batang Toru, menurut Yuliani, sesuai arahan Gubernur Bobby Nasution, terutama ditujukan kepada perusahaan yang beroperasi di sekitar maupun dalam kawasan tersebut.

 

Sebagai informasi, sedikitnya ada 91 jenis mamalia termasuk orangutan Tapanuli yang hidup di dalam ekosistem Batang Toru.

 

Kehadiran flora dan fauna di ekosistem Batang Toru sangat bergantung dengan kondisi hutannya. D|Red

 

 

Baca  artikel menarik lainnya dari mediadelegasi.id di GOOGLE

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan
BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan
Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak
Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa
Satu Barisan Lawan Narkoba, Golkar Sumut Siap Bersinergi dengan Polda Sumut
HUT ke-62 Golkar: Andar Amin Harahap Pimpin Ziarah di TMP Medan
BMKG: 1.297 Titik Panas Terdeteksi, Sumatera Paling Banyak, Asap Menyebar Luas
Berita ini 68 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:47 WIB

Tak Sekadar Rayakan HUT Golkar, Maruli Siahaan Hadirkan Kepedulian untuk 200 Pejuang Kehidupan di Medan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:40 WIB

BPK Bongkar Masalah Beton Lapangan Merdeka Medan, Rp27,83 Miliar Jadi Sorotan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:11 WIB

Miliaran Rupiah untuk BBM, BPK Temukan Masalah di Dishub Medan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Zulham Efendi Minta Pemko Medan Sigapi Teror Buaya Muara di Siombak

Jumat, 23 Oktober 2026 - 13:30 WIB

Pemko Medan Optimalkan Fitur E-Audit Cegah Fraud Pengadaan Barang dan Jasa

Berita Terbaru

Pengurus BWI Perwakilan Deli Serdang  Periode 2026-2029 usai dilantik Bupati Deli Serdang, Senin (2/11). Foto: dok-bwi-ds

Kabupaten Deli Serdang

BWI Deli Serdang Didorong Kembangkan Wakaf Produktif untuk Kesejahteraan Umat

Selasa, 3 Nov 2026 - 10:26 WIB