Friska Setiawani Saragih: Perempuan Penggerak Akuakultur Berkelanjutan dan KING Tilapia dari Danau Toba

Rabu, 23 September 2026 - 10:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Friska Setiawani Saragih, Lake Manager Regal Springs Indonesia, menampilkan ikan tilapia hasil budidaya berkelanjutan di Danau Toba. Ia memimpin pengembangan varian KING Tilapia premium sekaligus menjaga standar kualitas air dan ekosistem agar produk Indonesia dapat bersaing di pasar global. Foto: Ist.

Friska Setiawani Saragih, Lake Manager Regal Springs Indonesia, menampilkan ikan tilapia hasil budidaya berkelanjutan di Danau Toba. Ia memimpin pengembangan varian KING Tilapia premium sekaligus menjaga standar kualitas air dan ekosistem agar produk Indonesia dapat bersaing di pasar global. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Perjalanan ikan nila atau tilapia asal Indonesia menuju piring konsumen dunia tidak hanya bergantung pada kualitas hasil panen. Di baliknya terdapat upaya menjaga kesehatan ikan, kelestarian perairan, serta pemenuhan standar internasional yang ketat. Salah satu figur yang memegang peran kunci dalam hal ini adalah Friska Setiawani Saragih, S.Si., M.Si., yang kini menjabat sebagai Lake Manager Regal Springs Indonesia.

Alumni Program Studi S2 Bioteknologi Perikanan dan Kelautan Universitas Airlangga ini telah berkiprah di bidang akuakultur lebih dari dua dekade. Baginya, keberhasilan budidaya tidak diukur semata-mata dari jumlah ikan yang dipanen. Kualitas lingkungan tempat ikan hidup justru menjadi fondasi yang tak terpisahkan dari produksi yang berkelanjutan.

Friska memulai perjalanan kariernya di Regal Springs Indonesia pada tahun 2005, tak lama setelah menyelesaikan studi Kimia di Universitas Negeri Medan. Saat itu, ia dipercaya memimpin laboratorium pemantauan kualitas air dan sedimen. Dari ruang pengujian, langkahnya terus melangkah maju. Bersama mentor dari berbagai negara, ia membangun sistem pemantauan kualitas air yang menjadi landasan bagi perusahaan meraih beragam sertifikasi bergengsi, antara lain ASC, BAP Bintang 4, dan CBIB.

BACA JUGA:  Pemprov Sumut Terima Tambahan TKD Rp6,35 Triliun, Fokus Percepat Pemulihan Pascabencana

Wawasannya semakin mendalam setelah mengikuti program studi ekologi perairan di Wageningen University, Belanda. Pengalaman itu mempertegas keterkaitan erat antara kegiatan budidaya dan keseimbangan ekosistem sungai maupun danau.

Tahun 2020, kepercayaan kepemimpinan semakin besar ditempatkan di pundaknya. Ia diangkat menjadi Farming Technical Manager dengan cakupan tugas luas: mulai dari pengelolaan lingkungan, jaminan mutu, pengawasan, penelitian dan pengembangan, hingga kesehatan ikan. Setahun kemudian, pada 2021, ia dipercaya memegang posisi Lake Manager, mengawasi keseluruhan kegiatan budidaya di Danau Toba.

Salah satu inovasi yang kini dikembangkan di bawah arahannya adalah KING Tilapia, varian tilapia premium yang dipanen pada ukuran 1,1 hingga 1,3 kilogram. Ukuran ini dirancang untuk menghasilkan potongan fillet yang lebih besar dengan tekstur daging yang lebih padat, guna menembus pasar ikan putih premium di kancah internasional.

Bagi Friska, pengembangan ini bukan sekadar soal produk baru. “Tilapia bukan sekadar komoditas—melainkan bagian dari solusi ketahanan pangan dunia,” ujarnya. Ia melihat ikan ini sebagai sumber protein terjangkau yang potensinya sangat besar, asalkan dikembangkan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan tempat ikan dibudidayakan.

BACA JUGA:  Janji Tinggal Janji, Hasil Investigasi RS Citra Medika Mengambang

Selain berkontribusi di bidang produksi, Friska aktif membagi ilmunya kepada generasi muda. Ia kerap menjadi narasumber di sekolah dan perguruan tinggi serta mendampingi mahasiswa yang menjalani praktik kerja maupun penelitian lapangan.

Memimpin tim yang mayoritas beranggotakan laki-laki tak menjadi penghalang baginya. Friska meyakini kemampuan tidak mengenal batas gender. “Kemampuan tidak mengenal batas gender,” tegasnya. Ia membangun kepemimpinan berbasis keterbukaan, komunikasi dua arah, apresiasi, serta melibatkan seluruh anggota tim dalam pengambilan keputusan.

Setelah lebih dari 20 tahun mengabdi di industri perikanan, Friska masih melihat ruang pengembangan yang luas. KING Tilapia menjadi salah satu fokus utama yang ingin terus didorongnya, di samping rencana melanjutkan pendidikan serta berkontribusi lebih dalam di dunia akademik. Baginya, akuakultur bukan sekadar mata pencaharian, melainkan bagian dari hidup yang memberi makna.

“Akuakultur bukan sekadar pekerjaan. Ini adalah rumah, tempat saya bertumbuh, belajar, dan memberi manfaat,” pungkasnya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Tagor

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kenapa Keracunan MBG Berulang di Sumut? Belasan Siswa SD di Medan Timur Diduga Keracunan Susu
Bobby Nasution Tanggapi Santai Putusan MK: Fokus pada Kesejahteraan Rakyat, Bukan Polemik Ijazah
Wagub Surya Minta Huntap Pascabencana Sumut Dibangun Lengkap dengan Infrastruktur Pendukung
Bobby Nasution Sampaikan 5 Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas
Pemprov Sumut Salurkan Bantuan Keuangan Rp325 Miliar ke 30 Kabupaten/Kota
Wagub Surya: Aspirasi Hasil Reses DPRD Sumut Jadi Prioritas Pembangunan Pemprov Sumut
Bobby Nasution Sambut Kapolda Sumut Baru Irjen Sonny Irawan, Tegaskan Sinergi Forkopimda Diperkuat
Listrik Perdesaan Sumut: Sinergi Pemprov–ESDM–PLN Tuntaskan 106 Lokasi, Target Rasio Elektrifikasi 100%
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:42 WIB

Kenapa Keracunan MBG Berulang di Sumut? Belasan Siswa SD di Medan Timur Diduga Keracunan Susu

Jumat, 9 Oktober 2026 - 15:05 WIB

Bobby Nasution Tanggapi Santai Putusan MK: Fokus pada Kesejahteraan Rakyat, Bukan Polemik Ijazah

Jumat, 9 Oktober 2026 - 14:19 WIB

Wagub Surya Minta Huntap Pascabencana Sumut Dibangun Lengkap dengan Infrastruktur Pendukung

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Bobby Nasution Sampaikan 5 Prioritas Pembangunan Sumut ke Bappenas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Pemprov Sumut Salurkan Bantuan Keuangan Rp325 Miliar ke 30 Kabupaten/Kota

Berita Terbaru

Petugas mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 621 gram yang disembunyikan di dalam sepatu calon penumpang di Bandara Kualanamu, Jumat (9/10/2026). Tersangka SO berhasil melarikan diri, barang bukti diserahkan ke Sat Narkoba Polresta Deli Serdang. Foto: Ist.

Kabupaten Deli Serdang

Diduga Bawa Sabu 621 Gram, Calon Penumpang Kabur di Bandara Kualanamu

Sabtu, 10 Okt 2026 - 17:06 WIB

Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI), Daryono. Foto: Ist.

Nasional

Anak Krakatau Siaga, Daryono Ingatkan Warga Tak Panik Tsunami

Sabtu, 10 Okt 2026 - 16:06 WIB

Pembalap Ducati Lenovo, Marc Marquez, beraksi dalam sprint race MotoGP Mandalika 2026 di Sirkuit Mandalika, Lombok, NTB, Sabtu (10/10/2026). Marquez berhasil meraih kemenangan setelah menyalip Jorge Martin saat balapan menyisakan lima lap. Foto: Ist.

Olahraga

Marc Marquez Juara Sprint Race MotoGP Mandalika 2026

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:53 WIB

Mohammad Riza Chalid (MRC), tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina periode 2018–2023, yang resmi masuk daftar buronan internasional setelah Interpol menerbitkan Red Notice pada 23 Januari 2026. Foto: Ist.

Nasional

Red Notice Riza Chalid Terbit, Interpol Buru di 196 Negara

Sabtu, 10 Okt 2026 - 14:21 WIB