Medan–Mediadelegasi: Masih adanya kesimpangsiuran informasi di masyarakat terhadap penetapan status Covid-19 dan penangan jenazah, Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumatera Utara (Sumut) memberi penjelasan dan tahapan-tahapannya.
Ada beberapa tahapan-tahapan yang harus dilalui
“Untuk menetapkan seseorang status positif Covid-19, harus ada hasil pemeriksaan Swab dua kali berturut-turut,” kata Juru bicara GTPP Covid-19 Sumut Whiko Irwan, Sabtu (25/7), di Posko GTPP Sumut Jalan Sudirman Nomor 41 Medan.
Ketika ada pasien dengan gejala klinis Covid-19 yang diperiksa dua kali berturut-turut dengan Swab, jelasnya, salah satu hasilnya positif atau dua-duanya positif. “Jadi, kalau masih satu hasil swab yang keluar dengan hasil negatif, belum bisa disebut bukan Covid-19. Pemeriksaan awal harus dua kali berturut-turut,” sebutnya.
Dibutuhkan dua kali pemeriksaan swab berturut-turut pada diagnosa awal, jelas Whiko, lantaran dikhawatirkan ada kesalahan dalam pemeriksaan, baik itu spesimen rusak, pasien tidak kooperatif, atau teknik pengambilan yang kurang pas dan sebagainya. Kemudian, setelah hasil keluar dua-dua negatif maka pasien disebut bukan Covid-19. Jika salah satu positif atau keduanya positif disebut pasien konfirmasi Covid-19 positif dan harus dirawat atau isolasi.
“Kapan pasien sembuh? Pasien-pasien dengan simptomatik setelah diperiksa, dirawat minimal 10 hari gejala dan 3 hari bebas gejala, maka dinyatakan sembuh atau di swab dua kali berturut-turut dengan hasil negatif dinyatakan sembuh,” papar Whiko.
Untuk penangan jenazah Covid-19, lanjut Whiko, baik itu yang masih dicurigai Covid-19 atau disebut kasus suspek maupun probable harus mengikuti pemulasaraan jenazah Covid-19 layaknya pasien konfirmasi Covid-19 positif.
“Hal ini yang sering menjadi masalah di tengah masyarakat. Pasien dengan gejala klinis Covid-19 seperti suspek dan probable ternyata meninggal sebelum keluar hasil swab. Walaupun hasil swab belum keluar, pemulasaraan harus mengikuti protokol jenazah Covid-19. Hal ini untuk keselamatan orang banyak juga. Keselamatan masyarakat luas harus kita utamakan,” katanya.