Bobby juga mengapresiasi pelaksanaan Zikir Akbar Nasional di Sumut, yang menurutnya memberikan dampak positif bagi masyarakat dan daerah.
“Mengucapkan terima kasih atas doa dan zikir yang diberikan untuk Sumut dan bangsa Indonesia. Mudah-mudahan masyarakat Sumut mendapat dampak dan manfaat, dan mudah-mudahan persoalan yang ada di Sumut dapat dipermudah,” kata Bobby dengan penuh harap.
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar, yang juga hadir dalam acara tersebut, menilai bahwa tasawuf merupakan pendekatan yang efektif dalam menyelesaikan persoalan akhlak, termasuk masalah narkoba dan premanisme. Ia berharap Naqsabandiyah diberi ruang yang lebih luas untuk mengembangkan ajaran tasawuf di Sumut.
“Serahkan pada tasawuf untuk menjinakkan warga yang narkoba. Saya sangat yakin kalau tasawuf ini tersebar di Sumut, jangankan narkoba, preman pun akan sadar. Maka berikan kesempatan pada tarekat untuk mengembangkan ini, Insyaallah,” kata Nasaruddin dengan penuh keyakinan.
Kegiatan Zikir Akbar Nasional tersebut dihadiri oleh Pengasuh Tertinggi PPITTNI, Syekh Muhammad Ali Idris, Bupati Batubara, Baharudin Siagian, Wali Kota Padangsidimpuan, Letnan Dalimunthe, serta ribuan jamaah Naqsabandiyah dari seluruh Indonesia, termasuk peserta dari Cina dan Rusia. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGE NEWS.







