Guncangan Agam: Gempa 5,2 Terasa Hingga Mentawai

Senin, 16 Februari 2026 - 14:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: Ist.

Ilustrasi Gempa Bumi. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Gempa bumi dengan magnitudo 5,2 mengguncang wilayah Barat Daya Agam, Sumatera Barat (Sumbar), pada Senin (16/2/2026). Guncangan gempa ini dirasakan hingga beberapa wilayah lain di Sumbar, termasuk Pasaman Barat, Bukittinggi, Padang, hingga Pariaman.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa terjadi pada pukul 13.00 WIB. Lokasi pusat gempa berada di laut, sekitar 97 kilometer Barat Daya Agam, dengan koordinat 0.50 Lintang Selatan dan 99.18 Bujur Timur. Kedalaman gempa tercatat 48 kilometer.

“#Gempa (UPDATE) Mag:5.2, 16-Feb-26 13:00:41 WIB, Lok:0.50 LS, 99.18 BT (Pusat gempa berada di Laut 97 km Barat Daya Agam), Kedlmn:48 Km,” demikian pernyataan resmi BMKG yang dirilis melalui akun media sosialnya.

BMKG juga menjelaskan bahwa guncangan gempa dirasakan dengan skala intensitas yang berbeda di beberapa wilayah. Di Agam, Pasaman Barat, dan Padang Panjang, guncangan dirasakan pada skala III MMI (Modified Mercalli Intensity). Sementara di Kepulauan Mentawai, guncangan juga dirasakan pada skala III MMI.

BACA JUGA:  BMKG Memantau Ada Enam Titik Panas di Sumatera Utara

Skala Guncangan

Di Bukittinggi dan Padang, guncangan dirasakan lebih lemah, yaitu pada skala II MMI. Sedangkan di Pariaman, guncangan juga dirasakan pada skala II MMI. Skala MMI digunakan untuk mengukur intensitas gempa berdasarkan dampak yang dirasakan oleh manusia dan lingkungan sekitar.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/eks-kapolres-bima-narkoba-dari-kasat-narkoba

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut. Namun, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan.

BMKG juga memberikan disclaimer terkait informasi gempa yang disampaikan. Mereka menekankan bahwa informasi tersebut mengutamakan kecepatan penyampaian, sehingga hasil pengolahan data masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data yang diperoleh.

BACA JUGA:  Komisi III DPR Sepakati Pembentukan Panja Percepatan Reformasi Kepolisian, Kejaksaan, dan Pengadilan

Masyarakat di wilayah yang terdampak gempa diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan dari pihak berwenang. Penting untuk menghindari bangunan yang berpotensi roboh dan mencari tempat berlindung yang aman.

Gempa bumi merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di Indonesia, terutama karena letak geografisnya yang berada di зоне pertemuan lempeng tektonik. Oleh karena itu, kesiapsiagaan dan pemahaman mengenai tindakan yang harus dilakukan saat terjadi gempa sangat penting untuk mengurangi risiko dan dampak yang ditimbulkan.

Pemerintah daerah setempat dan instansi terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi untuk mengantisipasi kemungkinan dampak yang lebih besar akibat gempa ini. Masyarakat diharapkan untuk selalu memperbarui informasi dari sumber-sumber resmi seperti BMKG dan mengikuti arahan dari petugas di lapangan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

OTT KPK di Sumut: Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap, Uang Ratusan Juta Diduga Biaya Proyek
Kasus Korupsi MBG Meluas: Kolonel TNI Aktif Terlibat, Pengadaan Sepeda Motor Diduga Sarat Penyimpangan
Kejagung Ajukan Banding Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Dinilai Terlalu Ringan untuk Rugikan Negara Rp809 Miliar
KPK Buka Peluang Panggil Menteri Kehutanan, Dugaan Korupsi Pelepasan Hutan Potong Penghasilan Petani Kuansing
Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Tersangka, Diduga Ciptakan Perusahaan untuk Keuntungan Pribadi
Pesawat AMA PK-RCY Dibakar di Yahukimo, Pilot Kapten Mark Dilaporkan Tewas
Sidang Perdana Dokter Tifa: Dikawal 25 Pengacara, Brimob Dikerahkan, Publik Pertanyakan Keadilan
Mahkamah Konstitusi Tegaskan Pilkada Tetap Dilakukan Secara Langsung oleh Rakyat
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 3 Juli 2026 - 18:32 WIB

OTT KPK di Sumut: Bupati Langkat Syah Afandin Ditangkap, Uang Ratusan Juta Diduga Biaya Proyek

Kamis, 2 Juli 2026 - 15:19 WIB

Kejagung Ajukan Banding Vonis 10 Tahun Nadiem Makarim, Dinilai Terlalu Ringan untuk Rugikan Negara Rp809 Miliar

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:37 WIB

KPK Buka Peluang Panggil Menteri Kehutanan, Dugaan Korupsi Pelepasan Hutan Potong Penghasilan Petani Kuansing

Kamis, 2 Juli 2026 - 14:29 WIB

Kasus Korupsi Makan Bergizi Gratis: Brigjen Polisi Aktif Ditetapkan Tersangka, Diduga Ciptakan Perusahaan untuk Keuntungan Pribadi

Kamis, 2 Juli 2026 - 12:28 WIB

Pesawat AMA PK-RCY Dibakar di Yahukimo, Pilot Kapten Mark Dilaporkan Tewas

Berita Terbaru

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK. (Foto:Ist)

Jakarta

Bupati Langkat Syah Afandin Di OTT KPK

Jumat, 3 Jul 2026 - 09:17 WIB