Medan-Mediadelegasi: Sumatera Utara (Sumut) kini tengah menjadi sorotan sebagai salah satu provinsi yang sukses menggelar berbagai event olahraga kelas dunia. Kesuksesan ini memicu perhatian terhadap upaya Gubernur Bobby Nasution dalam mewujudkan visi menjadikan Sumut sebagai provinsi atlet yang disegani di kancah nasional dan internasional.
Pengamat olahraga Sumut, Vauzantyo Yusfi, memberikan apresiasi atas kerja keras dan visi yang dimiliki oleh Gubernur Bobby Nasution. “Kesuksesan ini adalah kerja-kerja kolaboratif yang gencar dijalankan seorang Bobby Nasution, pemimpin muda visioner yang kami yakin akan mengembalikan kejayaan Sumut sebagai provinsi atlet,” ujarnya pada Kamis (20/11/2025) di Medan.
Vauzantyo, yang juga menjabat sebagai Bidang OKK KONI Medan, menambahkan bahwa Sumut memiliki sejarah panjang sebagai daerah yang melahirkan atlet-atlet berprestasi dan melegenda di berbagai cabang olahraga.
Sejak lama, Sumut dikenal sebagai gudangnya atlet berbakat di cabang sepakbola, renang, wushu, tinju, sepatu roda, hingga atletik. Banyak atlet asal Sumut yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.
Di cabang sepakbola, Sumut tak pernah absen menyumbangkan pemain-pemain berkualitas ke tim nasional. Mulai dari legenda seperti Nobon, Markus Horison, hingga pemain muda berbakat seperti Egy Maulana Vikri dan David Maulana.
Di cabang tinju, nama Syamsul Anwar menjadi salah satu legenda yang lahir dari Sumatera Utara. Prestasinya di ring tinju telah menginspirasi banyak generasi muda untuk menekuni olahraga ini.
Tak kalah membanggakan adalah Jeka Saragih, atlet MMA asal Simalungun yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Keberhasilannya menembus kompetisi MMA internasional menjadi bukti bahwa Sumut memiliki potensi besar di cabang olahraga ini.
Cabang olahraga wushu juga melahirkan legenda seperti Lindswell Kwok, yang telah meraih berbagai medali emas di ajang internasional. Keberhasilannya menjadi inspirasi bagi atlet-atlet wushu muda di Sumut.
Di cabang renang, nama Habib Nasution menjadi legenda yang pernah berkompetisi di Olimpiade Melbourne 1956 dan Olimpiade Roma tahun 1960. Habib Nasution bahkan tercatat sebagai atlet asal Sumut pertama yang bertanding di Olimpiade.
Prestasi terbaru yang diraih oleh atlet Sumut adalah sumbangan 4 medali di Kejuaraan Atletik U18 dan U20 Asia Tenggara yang diselenggarakan di Sport Center Sumut. Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan atlet di Sumut terus berjalan dengan baik.
Vauzantyo meyakini bahwa kesuksesan Sumut dalam menggelar berbagai event olahraga internasional merupakan bagian dari rencana Gubernur Bobby Nasution untuk mengembalikan kejayaan Sumut sebagai provinsi pencetak atlet dan legenda olahraga.
Ketua PASI Sumut, David Luther Lubis, menilai bahwa prestasi yang diraih oleh atlet Sumut merupakan bukti dari pembinaan yang baik serta fasilitas yang memadai. Pemerintah daerah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pembinaan dan fasilitas olahraga di Sumut.
Vauzantyo mengakui bahwa menjadi tuan rumah event olahraga internasional bukanlah hal yang mudah. Kepercayaan yang diberikan oleh pemerintah pusat dan federasi olahraga internasional kepada Sumut merupakan bukti bahwa Sumut memiliki kemampuan dan kualitas yang mumpuni.
Kepercayaan ini didasari oleh penilaian teknis yang ketat, termasuk tata kelola yang baik dan ketersediaan venue berstandar internasional. Hal ini menjadi modal penting bagi Sumut untuk terus mengembangkan diri sebagai pusat olahraga di Indonesia.
Sekretaris PELTI Sumut, Hendrico Damar, memberikan dukungan penuh terhadap langkah-langkah yang diambil oleh Gubernur Bobby Nasution dalam memajukan olahraga di Sumut. Namun, ia juga menekankan pentingnya dukungan dari seluruh stakeholder, khususnya pihak swasta.
Hendrico mengatakan bahwa kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah dan swasta harus terus diperkuat, karena olahraga tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah saja. Kerjasama dengan swasta perlu lebih digalakkan untuk membantu pengadaan fasilitas olahraga yang berstandar internasional.
Hendrico mencontohkan bahwa Sumut saat ini belum memiliki lapangan tenis yang berstandar internasional. Oleh karena itu, dukungan dari pihak swasta sangat dibutuhkan untuk membantu pengadaan sarana dan prasarana olahraga, sehingga tidak terlalu membebani APBD atau APBN.
Sumut telah sukses menggelar berbagai event olahraga internasional seperti F1H2O di Danau Toba, The 17th SEA U18 & U20 Athletics Championships, Indonesia Masters 2025 Super 100, Piala Kemerdekaan 2025 di Stadion Utama Sumut, International Pencak Silat Indonesia Open Championship, hingga lomba Trail of The King di Samosir.
Event-event olahraga internasional ini telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Sumut. Peningkatan hunian hotel, transportasi, UMKM, hingga kunjungan wisatawan menjadi bukti bahwa sport tourism di Sumut berkembang pesat.
Dengan berbagai upaya yang terus dilakukan, Sumut optimis dapat mewujudkan visi menjadi provinsi atlet yang disegani di kancah nasional dan internasional. Dukungan dari seluruh pihak, termasuk pemerintah, swasta, dan masyarakat, sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. D|Red.
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






