Pihaknya berharap kegiatan pesta rakyat dalam rangka perayaan Cap Go Meh berlangsung setiap tahun dan turut melengkapi festival seni budaya lain yang telah digelar di Medan.
Disebutkannya, kemeriahan acara Cap Go Meh merupakan puncak dari Tahun Baru Imlek sebagai bentuk pesta rakyat.
Ciri khas dari acara Cap Go Meh, antara lain hiasan lampion, serta permainan naga dan barongsai.
Hasyim menjelaskan, Cap Go Meh digelar setelah 15
hari peringatan Tahun Baru Imlek (Sin Cia).
Cap dalam bahasa Tionghoa artinya sepuluh, go artinya lima, dan meh artinya malam. Jadi, Cap Go Meh adalah malam perayaan hari ke-15 setelah Imlek.
“Cap Go Meh merupakan pesta besar warga Tionghoa yang bertujuan memberi hiburan kepada seluruh warga Tionghoa dan warga sekitar dengan menonton berbagai pertunjukan, seperti Barongsai, Liong, dan indahnya ratusan cahaya lampion,” tuturnya. D|Med-24.