BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem hingga 16 Agustus 2025

Senin, 11 Agustus 2025 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Cuaca Ekstrem di Indonesia.  (Foto : Ist.)

Ilustrasi Cuaca Ekstrem di Indonesia. (Foto : Ist.)

Medan-Mediadelegasi : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem hingga tanggal 16 Agustus 2025. Peringatan ini dikeluarkan menyusul peningkatan signifikan curah hujan di berbagai wilayah sejak awal Agustus.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, mengungkapkan bahwa hujan dengan intensitas ekstrem telah melanda sejumlah provinsi di Indonesia. Data yang disampaikan menunjukkan intensitas hujan yang sangat tinggi di beberapa daerah. Bengkulu misalnya, mencatat curah hujan mencapai 160,8 mm/hari pada 1 Agustus, Maluku 203,5 mm/hari pada 3 Agustus, Sumatera Barat 176,5 mm/hari pada 8 Agustus, dan Jawa Barat 254,7 mm/hari pada 9 Agustus.

Hujan lebat juga dilaporkan terjadi di Kalimantan Barat, Papua Tengah, Jakarta, Banten, Jambi, Kepulauan Riau, Papua Barat Daya, dan Sulawesi Tenggara. Kondisi ini sesuai dengan prakiraan BMKG tentang peningkatan curah hujan di awal bulan Agustus.

Peningkatan curah hujan ini dipicu oleh beberapa faktor, termasuk Madden-Julian Oscillation (MJO), gelombang atmosfer, pengaruh tidak langsung bibit siklon tropis 90S dan 96W, sirkulasi siklonik, serta pelambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah Indonesia. Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, menambahkan bahwa Indeks Dipole Mode yang saat ini bernilai negatif juga berperan, dengan aliran massa udara dari Samudera Hindia menuju Indonesia.

BACA JUGA:  Saragi Tua Kembali Pimpin AKP2I Sumut

Gabungan faktor-faktor dinamika atmosfer tersebut mendorong pertumbuhan awan hujan masif, berpotensi memicu hujan lebat disertai kilat/petir dan angin kencang di berbagai wilayah Indonesia.

BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada tanggal 11-13 Agustus 2025 akan terjadi di sebagian besar wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Meskipun intensitas hujan diperkirakan menurun pada tanggal 14-16 Agustus, Bengkulu, Kalimantan Timur, dan Papua Pegunungan tetap berpotensi diguyur hujan lebat.

Angin kencang juga berpotensi terjadi di Aceh, Banten, Jawa Barat, Bali, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Selatan. Kondisi ini berpotensi memicu gelombang laut tinggi di sekitarnya.

Peningkatan curah hujan ini berdampak signifikan pada berbagai sektor. Sektor pertanian, khususnya di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Sumatera Selatan, berpotensi mengalami gangguan pada aktivitas panen dan tanam. Petani diimbau untuk menghindari penanaman di lahan rendah yang rawan genangan dan memperkuat saluran irigasi dan drainase.

Sebaliknya, wilayah NTB dan NTT yang relatif lebih kering, cocok untuk pengeringan hasil panen. Sektor pariwisata juga terdampak, khususnya destinasi pegunungan dan air terjun yang perlu mewaspadai hujan lebat dan kabut tebal.

Pengunjung pantai selatan Jawa dan Bali perlu berhati-hati terhadap gelombang tinggi dan angin kencang. Aktivitas laut seperti snorkeling dan surfing sebaiknya ditunda. Perjalanan darat juga perlu mewaspadai risiko jalan licin dan longsor, terutama di wilayah pegunungan.

BACA JUGA:  BMKG Stasiun Geofisika Deli Serdang Gelar SLG di Sibolga

Nelayan dan operator kapal diimbau memantau peringatan BMKG untuk meningkatkan kewaspadaan di laut, mengingat peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah perairan, khususnya di Samudra Hindia Barat Sumatera, Perairan Selatan Jawa dan Bali, Perairan Selatan Lombok hingga Pulau Sumba.

Potensi turbulensi dan gangguan penerbangan akibat awan Cumulonimbus dan awan konvektif lain juga perlu diwaspadai di wilayah Sumatera, Banten, Jawa Barat, Selat Karimata, Laut Natuna, Kalimantan, Selat Makassar, dan Papua. Maskapai penerbangan perlu memperhatikan informasi SIGMET dan NOTAM.

BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi cuaca terkini melalui berbagai kanal resmi BMKG dan mengikuti arahan dari pihak berwenang untuk meminimalisir risiko dampak cuaca ekstrem. Keselamatan dan kewaspadaan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem ini.

Dengan memperhatikan imbauan dan peringatan dini dari BMKG, diharapkan masyarakat dapat mengurangi risiko kerugian dan dampak negatif akibat cuaca ekstrem yang terjadi. Kesigapan dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem ini. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kadis SDABMBK Khairul Azmi Dorong Drainase Lebih Optimal, 1.047 Meter U-Ditch Dibangun di Gaperta
DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta
CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN
Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!
BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal
Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031
Dua Kepala Lingkungan di Medan Ditangkap Terkait Narkoba, Satu Bawa 600 Butir Ekstasi
Inspektorat Kota Medan Bungkus Rapi Temuan BPK
Berita ini 48 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 16:45 WIB

DLH Kota Medan: Pengadaan Alat Berat Rp11,4 Miliar Sesuai Aturan LKPP, Tidak Ada Pembelian Buldoser Rp479 Juta

Sabtu, 19 September 2026 - 19:11 WIB

CEGAH GANGGUAN KAMTIB, LPKA MEDAN GELAR RAZIA GABUNGAN

Rabu, 16 September 2026 - 16:11 WIB

Namanya Dicatut Irhamsadani Rambe dalam Isu Seleksi KPID, KAMMI Sumut: Ketua yang Sah Hanya Hasan Basri!

Selasa, 15 September 2026 - 14:31 WIB

BEM UMN Al-Washliyah Tagih Tindak Lanjut Bea Cukai soal Dugaan Monza Ilegal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

Gelar Muswil ke III, Syamsuri Terpilih Jadi Ketua IKA UT Medan Periode 2026-2031

Berita Terbaru