Hotspot Bergeser ke Sumatera, Menhut Raja Antoni: Data Karhutla Sangat Dinamis

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Kehutanan Raja Antoni didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan serta jajaran TNI, Polri, dan tim pemadam meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). Foto: Akbar.

Menteri Kehutanan Raja Antoni didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan serta jajaran TNI, Polri, dan tim pemadam meninjau lokasi kebakaran hutan dan lahan di Rasau Jaya Satu, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Senin (24/8/2026). Foto: Akbar.

Kuburaya-Mediadelegasi: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Antoni kembali turun langsung meninjau penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kali ini di Kalimantan Barat. Menhut Raja Antoni mengatakan saat ini titik hotspot di Kalbar mengalami penurunan.

Hal ini disampaikan Menhut Raja Antoni saat melakukan pengecekkan di Rasau Jaya Satu, kabupaten kubu raya, Kalbar, Senin (24/8/2026). Menhut Raja Antoni didampingi Gubernur Kalbar Ria Norsan, BMKG, jajaran TNI, Polri, BNPB, Manggala Agni Kementerian Kehutanan, hingga Masyarakat Peduli Api.

Menhut Raja Antoni mengatakan berdasarkan data Sistem Informasi Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Sipongi) per pukul 23.59 malam (23/8), jumlah titik panas (hotspot) di Kalbar telah turun menjadi 28 titik. Angka tersebut tersebar di sejumlah wilayah, dengan 16 titik di Ketapang, 11 titik di Melawi, dan 1 titik di Kubu Raya.

BACA JUGA:  Helikopter PK CFX Jatuh di Sekadau, Delapan Jiwa Melayang di Hutan Rimba

“Kalbar sendiri ya, Kalbar 28 hotspot. Yang terbanyak itu di Ketapang 16, kemudian di Melawi 11, dan 1 ada di Kubu Raya,” kata Menhut Raja Antoni.

Meski hotspot menurun, Menhut Raja Antoni mengingatkan kondisi tersebut tidak berarti persoalan asap telah selesai. Saat meninjau lokasi, tidak terlihat ada lagi api di permukaan, namun asap masih terlihat. Menurut Menhut Raja Antoni kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik lahan gambut yang membuat pembakaran tidak sempurna.

“Tidak adanya hotspot tidak berarti aman dari asap. Karena ini memang daerah gambut ya. Pembakaran tidak sempurna, sehingga asapnya lebih banyak ketimbang di tanah mineral,” ujarnya.

Menhut Raja Antoni juga menyebut penurunan hotspot tidak hanya terjadi karena operasi di darat, tetapi didukung kerja bersama berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, BNPB, dan para relawan.

BACA JUGA:  KPK Gelar OTT Rektor dan Pejabat Unsoed, Dibawa ke Jakarta untuk Diperiksa

Disebutkan perkembangan hotspot secara nasional juga menunjukkan pergeseran. Jika beberapa hari atau minggu sebelumnya hotspot terbanyak berada di Kalimantan, namun berdasarkan data (23/8) malam, jumlah terbanyak justru tercatat di Sumatera. Sumatera Selatan mencapai 127 hotspot, Riau 54, dan Jambi 47.

“Data lapangan sangat dinamis secara nasional, karena memang ini sangat sulit diprediksi,” katanya. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Penulis : Akbar

Editor : Alan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja DPR Minta Uang 3.000 Riyal, KPK Langsung Janji Telaah
Hadiri Acara di Thailand, Arya Wedakarna: Bukan sebagai Anggota DPD, Melainkan Tokoh Bali
Dicopot Usai Keracunan MBG Sidoarjo, BGN: SPPG Kalitengah Lalaian Disengaja
Bau Menyengat Limbah SPPG Bumi Daya Ganggu Warga Lampung Selatan, Sudah Dikeluhkan Setahun
KPK Periksa Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto, Kasus Suap Rejang Lebong Melebar
Heboh Syarat STNK Beli BBM Subsidi, Pertamina Resmi Batalkan Rencana Itu
NASA Ungkap Rahasia Kebakaran Gambut Indonesia: Api Menyala di Bawah Tanah, Sulit Padam Hingga Hujan Turun
Mabes TNI Evaluasi Kehadiran Prajurit TNI AL di Acara Kontes Kecantikan Transgender Thailand
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:08 WIB

Gus Alex Ungkap 24 Anggota Panja DPR Minta Uang 3.000 Riyal, KPK Langsung Janji Telaah

Jumat, 4 September 2026 - 16:21 WIB

Hadiri Acara di Thailand, Arya Wedakarna: Bukan sebagai Anggota DPD, Melainkan Tokoh Bali

Jumat, 4 September 2026 - 14:14 WIB

Bau Menyengat Limbah SPPG Bumi Daya Ganggu Warga Lampung Selatan, Sudah Dikeluhkan Setahun

Jumat, 4 September 2026 - 13:37 WIB

KPK Periksa Anggota DPRD Bengkulu Bambang Hermanto, Kasus Suap Rejang Lebong Melebar

Jumat, 4 September 2026 - 12:08 WIB

Heboh Syarat STNK Beli BBM Subsidi, Pertamina Resmi Batalkan Rencana Itu

Berita Terbaru