Samosir-Mediadelegasi: Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini masalah penyediaan air bersih menjadi perhatian khusus baik bagi negara-negara maju maupun negara yang sedang berkembang. Indonesia sebagai halnya pula negara berkembang lainnya, tidak luput dari
permasalahan penyediaan air bersih bagi masyarakatnya. Salah satu masalah pokok yang dihadapi adalah kurang tersedianya sumber air yang bersih, belum meratanya pelayanan penyediaan air
bersih terutama pada daerah pedesaan, dan sumber air bersih yang ada belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Oleh karena itu, salah satu tugas pemerintah yang tertuang dalam
standar pelayanan minimum adalah dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, yang tercakup didalamnya menyediakan pelayanan minimum air bersih masyarakat. Dalam melakukan
pelayanan air bersih kepada masyarakat, sistem jaringan distribusi dari suatu kesatuan sistem penyediaan air bersih merupakan bagian yang sangat penting. Kondisi yang diinginkan olehbseluruh pelanggan adalah ketersediaan air secara terus menerus.
Dusun II Desa Pardomuan Nauli, Kec. Pangururan merupakan salah satu daerah yg memiliki potensi sumber air namun selalu kesulitan air terutama saat musim kemarau.

Gambar 1 merupakan potret Dusn II desa pardomuan nauli dari Google Earth. Terlihat bahwa dusun II memiliki lahan tidur sekitar 100 ha yang dipisahkan oleh Sungai dengan daerah pemukiman.
Selama ini lahan tersebut tidak dapat dimanfaatkan oleh Masyarakat mengingat medan menuju Lokasi yang sulit harus melalui Sungai. Berdasarkan jumlah populasi penduduk, saat ini areal
pemukiman sudah tidak mencukupi untuk lahan pertanian. Dari skenario diatas, cukup jelas terlihat bahwa dusun II memiliki dua permasalahan sekaligus yaitu kesulitan air namun dilalui
Sungai dan kekurangan lahan namun memiliki lahan tidur. Atas dua kondisi ini, Masyarakat bekerjasama dengan para perantau dengan dana swadaya mencoba mencari Solusi dengan membangun bendungan disalah satu titik sekaligus membuka akses ke daerah lahan tidur secara konvensional seperti pada.

Gambar 2. Tidak lama setelah pembangunan jembatan sekaligus
bendungan, musim hujan langsung tiba akibatnya jempatan/ bendungan belum sempat mengalami pemadatan. Sebenarnya 24 pipa 4 inch yang dirangkai dalam tiga baris sudah disusun
dibagian bawah untuk pembuangan air sementara menunggu pemadatan tanah. Namun karena
debit air hujan yang begitu besar, pipa tidak mampu membuang luapan air dan mengakibatkan longsor seperti pada Gambar 3.

demikian harapan tokoh masyarakyat dari daerah itu Arjon Turnip PhD ‘yang tinggal di Jawa Barat. Arjon berharap pemerintah kab. Samosir segera tanggap yg terjadi di wilayahnya terutama berhubungan langsung dengan kepentingan masyarakyat.






