Kadisdik Sumut Sikapi Ancaman Kehidupan Berbangsa

Kadisdik Sumut Sikapi Persoalan Mengancam Kehidupan Berbangsa
Dr H Asren Nasution MA, Kadisdik Sumut (lima kiri) bersama pimpinan MUI, PGI, Keuskupan Agung Medan, WALUBI, PHDI, MATAKIN dan Anggota Komisi E DPRD Sumut berfoto bersama usai penandatanganan MoU dalam dialog dan Coffe Morning, Kamis (5/1), di Medan. Foto: D|dok-disdiksu

Dia juga menyebutkan, dalam langkah-langkah strategis ini, unsur majelis agama akan menyentuh sejumlah Sekolah Luar Biasa (SLB). “SLB juga harus didatangi majelis agama. Siswa di SLB itu umat juga, jangan sampai mereka merasa termarjinalkan dalam berbagai hal. Kita harus berlaku adil sesama anak bangsa,” tegasnya.

Tujuh Perintah

Lebih jauh, di hadapan Coffe Morning dihadiri MUI, PGI, Keuskupan Agung Medan, WALUBI, PHDI, MATAKIN dan Anggota Komisi E DPRD Sumut itu, Asren Nasution menjabarkan Tujuh Perintah Harian Kadis Pendidikan Sumut.

Bacaan Lainnya

“Tujuh perintah ini merupakan aplikasi lima misi Gubernur Sumut dari visi Sumut yang Maju, Aman dan Bermartabat,” sebut Asren.

Empat di antaranya, Pelihara dan tingkatkan kualitas keimanan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Tingkatkan kompetensi Sumber Daya Aparatur, guru, tenaga kependidikan dan peserta didik dengan membudayakan belajar dan berlatih. Kobarkan dan implementasikan profil pelajar Pancasila pada seluruh jenjang dan satuan pendidikan. Kemudian,  Bangun komunikasi sosial dengan lintas sektoral.

“Ini menjadi dasar pelaksanaan kerjasama dengan Majelis-Majelis Agama untuk mengawal karakter pelajar Pancasila adalah; kompetensi untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis dan kompetensi untuk menjadi warga negara yang unggul dan produktif di Abad ke-21,” paparnya.

Asren juga mengungkapkan, enam dimensi karakter Pelajar Pancasila itu, adalah beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotongroyong, mandiri, bernalar kritis serta kreatif.

Dalam pemaparannya, Asren Nasution juga mengutip pesan Jenderal Besar Soedirman. “Ketika kamu kehilangan kekayaan, hal itu adalah kehilangan kecil, ketika kamu kehilangan kesehatan, kamu telah kehilangan sesuatu, dan jika kamu kehilangan karakter, kamu telah kehilangan segalanya,” katanya.

Pos terkait