Kampanyekan “Kebaya Goes to UNESCO” di Medan

- Penulis

Sabtu, 27 Agustus 2022 - 20:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut Yulidar Bugis (ketiga kiri) didampingi pengurus IPEMI lainnya foto bersama usai menjadi narasumber dalam acara podcast yang diselenggarakan di kantor MediaDelegasi Jalan Sei Batang Gadis Medan, Kamis (26/8). Foto: D|Ist

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut Yulidar Bugis (ketiga kiri) didampingi pengurus IPEMI lainnya foto bersama usai menjadi narasumber dalam acara podcast yang diselenggarakan di kantor MediaDelegasi Jalan Sei Batang Gadis Medan, Kamis (26/8). Foto: D|Ist

Medan-Mediadelegasi: Sejumlah organisasi peremuan di Sumatera Utara (Sumut) ikut berpartisipasi menggiatkan kampanye “Kebaya Goes to UNESCO” melalui acara bertajuk “Parade dan Gebyar Berkebaya” di Lapangan Benteng Medan pada Minggu, 28 Agustus 2022.

“Acara “Parade dan Gebyar Berkebaya” ini digelar bagian dari upaya promosi kebaya sebagai pakaian khas Indonesia,” kata Ketua Umum Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut, Yulidar Bugis dalam acara podcast yang diselenggarakan Mediadelegasi, di Medan, baru-baru ini.

Dalam sesi wawancara yang dipandu host Ria Gurning yang juga ketua Komite Olah Raga Tradisional Indonesia (KORMI) Kabupaten Samosir tersebut, Yulidar menuturkan, penyelenggaraan Parade dan Gebyar Berkebaya sebagai bagian gerakan mendukung Kebaya Goes to UNESCO, di mana salah satu warisan Nusantara itu bisa menjadi warisan budaya dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkannya, penyelenggaraan parade kebaya tersebut juga dimaksudkan untuk menunjukkan jati diri perempuan Indonesia serta menaikkan citra kebaya sebagai peninggalan budaya asli nusantara.

Melalui acara tersebut, pihaknya berharap kebaya yang merupakan pakaian tradisional Indonesia dinobatkan sebagai warisan budaya tak benda oleh United Nations Educational Scientific and Cultural Organization (UNESCO), sebuah badan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

BACA JUGA:  Bobby Minta Kontraktor Bongkar Seluruh 'Lampu Pocong'

“Keberadaan kebaya sudah saatnya diakui oleh dunia sebagai busana yang khas dengan beroleh pengakuan warisan dunia tak benda dari UNESCO agar tetap lestari,” ujarnya didampingi Sekretaris IPEMI Sumut Yuni Nasution dan beberapa unsur pengurus lainnya.

Partisipasi segenap elemen masyarakat dalam mengampanyekan gerakan “Kebaya Goes to UNESCO”, lanjut Yulidar, dapat menjadi bukti bahwa kebaya memperoleh dukungan luas di Tanah Air dan diharapkan terus berkembang mewarnai khasanah busana dunia.

Pada kesempatan itu, Yulidar mengajak segenap kaum perempuan di Sumut turut mengkampanyekan kebaya salah satu kearifan lokal yang diwariskan nenek moyang sejak ratusan tahun silam.

“Kebaya merupakan pakaian keseharian sejak masa nenek moyang bangsa Indonesia dan di era sekarang ini masih kerap dipakai oleh kaum ibu pada acara resmi. Karena itu, kita ingin memperjuangkan agar kebaya menjadi busana warisan dunia dan siapa saja dapat memakainya,” ucapnya.

Sementara itu, seorang wanita karir yang juga Direktur PT Medan Hope, Eva Sirait, menyatakan bahwa secara tidak disadari kebaya sudah menjadi busana wajib di masyarakat Indonesia, termasuk di Sumut.

“Perempuan Indonesia itu indentik dengan kebaya karena selalu dipakai dalam acara resmi maupun tidak resmi,” katanya.

BACA JUGA:  "Dang di-Au Dang di-Ho, Gabe di Begu"

Eva mengajak perempuan di Sumut untuk dapat bersama-sama mendorong kemajuan kebudayaan Indonesia di kancah dunia melalui kebaya.

Hal ini, menurut dia, merupakan salah satu kekuatan perempuan untuk membangun kebudayaan dan meningkatkan jati diri bangsa Indonesia.

“Kebaya adalah salah satu kategori peninggalan budaya warisan tak benda yang akan didaftarkan ke UNESCO. Seperti halnya dengan negara-negara lain yaitu negara Jepang dengan kimono atau India dengan sari nya,” ucapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) Sumut, Hj. Bunda Indah dalam kesempatan terpisah mengatakan pihaknya optimis Sumut bisa menjadi pelopor dan contoh bagi provinsi-provinsi lain di Indonesia bagaimana melestarikan kebaya untuk digunakan dalam acara resmi maupun tak resmi.

“Secara tidak disadari kebaya sudah menjadi busana wajib di masyarakat Sumut. Hal tersebut ditunjukkan dari acara-acara resmi seperti peringatan kelahiran anak, pernikahan, pemakaman, dan lain-lain yang dipadu-padankan dengan sarung khas suku seperti tenun songket, ulos dan lain sebagainya”, paparnya.

Ia menambahkan, kampanye Kebaya Go To UNESCO di Medan juga sebagai bentuk dukungan perempuan Sumut kepada Pemerintah agar kebaya segera didaftarkan ke UNESCO sebagai warisan dunia tak benda. D|Med-24

Facebook Comments Box

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung
Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional
Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan
Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo
Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK
Rotua Wendeilyna Simarmata Menyorot Makna Pemberian Ulos
Pengurus KMDT Provinsi Bali Resmi Dikukuhkan
KMDT: Aksi Bersih-Bersih Jelang Aquabike 2023 Libatkan Ribuan Pelajar

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 11:17 WIB

Tahun Kuda Api 2026: Ini Daftar Shio yang Diprediksi Paling Beruntung

Senin, 17 November 2025 - 17:32 WIB

Pemprov Sumut Tegaskan 5 Komitmen Lestarikan Budaya Melayu, Siap Jadi Bagian Diplomasi Budaya Nasional

Sabtu, 8 November 2025 - 16:55 WIB

Kajati Sumut Dr. Harli Siregar Dinobatkan Sebagai Warga Kehormatan Melayu Medan

Jumat, 18 April 2025 - 22:57 WIB

Ramalan Zodiak Besok, 19 April 2025: Taurus, Gemini, Libra, Leo

Sabtu, 18 Mei 2024 - 13:35 WIB

Dihadiri Ibu Negara, Ny Kahiyang Ayu Hadiri Puncak Peringatan HKG dan Jambore Nasional PKK

Berita Terbaru