Karang Asam Festival 2025, Wadah Pelestarian Budaya dan Pengembangan Ekonomi

- Penulis

Kamis, 4 September 2025 - 15:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Karang Asam Festival (KAF) 2025 resmi dibuka pada di Lapangan Karang Asam, Kecamatan Lawang Kidul, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu 03 September 2025 (Foto:Ist)

Karang Asam Festival (KAF) 2025 resmi dibuka pada di Lapangan Karang Asam, Kecamatan Lawang Kidul, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu 03 September 2025 (Foto:Ist)

Sumatera Selatan-Mediadelegasi: Karang Asam Festival (KAF) 2025 resmi dibuka  di Lapangan Karang Asam, Kecamatan Lawang Kidul, Sumatera Selatan (Sumsel), Rabu (3/9/2025) malam.

Festival yang awalnya merupakan inisiatif komunitas lokal itu kini menjadi salah satu dari 110 Karisma Event Nusantara yang didukung Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).

 

Pembukaan festival bertema “Labyrinth of Culture” berlangsung meriah, dihadiri ribuan masyarakat dari Muara Enim dan sekitarnya.  Pada kesempatan itu, Asisten Deputi Event Daerah Kemenparekraf Reza Pahlevi mengaku kagum dengan perkembangan Karang Asam Festival.

“Festival Karang Asam yang awalnya merupakan agenda di tingkat kecamatan kini menjadi salah satu daya tarik pariwisata utama di Sumatera Selatan (Sumsel),” ujarnya dalam siaran pers, Kamis (4/9/2025).

 

Reza pun memberikan apresiasi khusus kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muara Enim dan pemuda-pemudi Karang Asam atas keberhasilan mereka.

“Kegiatan ini tak hanya mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat, tetapi juga melestarikan kebudayaan lokal yang merupakan warisan peninggalan leluhur,” ungkapnya.

 

Menanggapi apresiasi tersebut, Bupati Muara Enim Edison mengatakan, KAF merupakan festival pertama dan satu-satunya di Sumsel yang murni berbasis masyarakat.

Selain menjadi ajang silaturahmi, festival tersebut juga menjadi panggung promosi bagi pelaku usaha lokal Bumi Serasan Sekundang.

“KAF diikuti sebanyak 106 tenant kuliner dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) khas pengusaha lokal,” kata Edison. Dia berharap, KAF 2025 dapat menjadi pemantik semangat bagi daerah lain di Kabupaten Muara Enim untuk aktif mengadakan kegiatan serupa.

 

Menurutnya, acara semacam ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melestarikan budaya lokal.

“KAF diikuti sebanyak 106 tenant kuliner dan usaha mikro kecil menengah (UMKM) khas pengusaha lokal,” kata Edison.

 

Dia berharap, KAF 2025 dapat menjadi pemantik semangat bagi daerah lain di Kabupaten Muara Enim untuk aktif mengadakan kegiatan serupa.

Menurutnya, acara semacam ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga melestarikan budaya lokal.

 

Dalam acara tersebut, Pemkab Muara Enim juga menerima piagam Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) Komunal atas tradisi Kupik Mandi Kayik.

Piagam ini menegaskan komitmen daerah dalam melestarikan warisan leluhur. Adapun Karang Asam Festival 2025 dilaksanakan pada 3-7 September 2025 dan dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru bersama Wakil Bupati Muara Enim Sumarni. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kamis, 4 September 2025 - 15:09 WIB

Karang Asam Festival 2025, Wadah Pelestarian Budaya dan Pengembangan Ekonomi

Berita Terbaru