“Kinerja pembangunan di Kabupaten Toba sesungguhnya tidak terlepas dari keberhasilan Poltak Sitorus dalam menerapkan pola kebersamaan, yakni menyatukan kekuatan antara pemerintah didukung pihak swasta dan partisipasi masyarakat.
Melalui pola kebersamaan itu, lanjut Eddison, banyak program pembangunan yang dilaksanakan Pemkab Toba selama ini telah dirasakan oleh masyarakat.
Karena itu, lanjutnya, KMDT sebagai organisasi masyarakat yang selama ini turut berperan aktif dalam program percepatan pembangunan di kawasan Danau Toba berkomitmen akan terus mendukung setiap program pembangunan yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat, termasuk yang sedang dan akan dilaksanakan oleh Pemkab Toba.
“Mari kita jadikan momentum HUT ke-25 Kabupaten Toba sebagai tanda untuk berjuang lebih keras. Tidak ada perjuangan dan kerja keras yang tidak menghasilkan apa-apa,” ucap mantan Ketua DPP KNPI era tahun 1990-an itu.
Untuk diketahui, nama wilayah administratif Kabupaten Toba sebelumnya bernama Kabupaten Toba Samosir. Nama Toba Samosir diambil karena ketika pemekaran dari Kabupaten Tapanuli Utara masih bergabung dengan Samosir.
Perubahan nama administratif terwujud pada tahun 2020. Nomenklatur Kabupaten Toba Samosir resmi menjadi Kabupaten Toba melalui Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.14/2020 dan PP 13/2020, sebagaimana amanat UU Nomor 24/2014 tentang Pemerintah Daerah pasal 48 ayat (3) bahwa perubahan nama administrasi wilayah ditetapkan dengan undang undang. D|Red