Balige-Mediadelegasi: Ketua Umum Komite Masyarakat Danau Toba (KMDT) Edison Manurung mengatakan mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) almarhum Letnan Jenderal TNI (Purnawirawan) Tiopan Bernhard Silalahi atau sering disapa TB. Silalahi sudah menunjukkan dedikasi dan loyalitas sebagai prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Selama berkarir di militer, TB. Silalahi sudah menunjukkan dedikasi dan loyalitas sebagai prajurit dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI. Setelah pensiun, almarhum tetap berkiprah untuk bangsa dan negara di pemerintahan,” katanya di sela menghadiri pemakaman almarhum Letjen TNI (Purn) TB. Sialalhi, di komplek TB Center Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, Kamis (16/11).
Tak hanya itu, lanjut Edison, TB Silalahi semasa hidupnya juga dikenal sebagai sosok yang gigih dalam melestarikan budaya Batak.
Sebagai bukti besarnya rasa cinta dan perhatian terhadap budaya Batak, TB. Silalahi tahun 2006 mendirikan Museum Batak sekaligus Yayasan TB Silalahi Center sebagai wadah untuk melestarikan budaya leluhurnya itu.
“Banyak sekali nilai-nilai yang patut diteladani dari TB. Silalahi, terutama bagi generasi penerus bangsa,” ujar mantan Ketua DPP KNPI era awal tahun 2000-an itu.
Pada kesempatan itu, Edison atas nama pengurus, anggota, dan simpatisan KMDT se Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas kabar meninggalnya Letjen TNI (Purn) TB. Silalahi.
Tak lupa, ia pun mengajak masyarakat mendoakan kepergian almarhum semoga dapat diterima di sisi-Nya.
Profil
Tiopan Bernhard Silalahi yang lahir di Pematang Siantar pada 17 April 1938 adalah mantan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan VI(1993-1998) dan selanjutnya diangkat menjadi anggota Wantimpres pada era Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono pada 2007-2009.
Lulusan Akademi Militer Nasional (AMN) tahun 1961 ini memiliki jabatan terakhir di militer sebagai Asisten I Kasad dengan pangkat Mayor Jenderal tahun 1998.
Sebagai seorang militer, TB. Silalahi menaruh perhatian besar kepada dunia pendidikan. Setahun setelah bertugas sebagai pasukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tahun 1973, ia menjadi dosen Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad).
Empat tahun setelahnya atau tahu 1978, ia diangkat menjadi Asisten Operasi Kepala Staf Kodam XIV Hasanuddin di Ujung Pandang, Sulawesi Selatan.
Semasa menjabat sebagai Menpan RI, TB Silalahi dianugerahi gelar Doctor Honoris Causa atau Doktor Kehormatan dari Filipina. Dia juga mendapatkan kenaikan pangkat kehormatan menjadi Letnan Jenderal.
Di luar pemerintahan, TB. Silalahi mendirikan Yayasan Soposurung yang mengelola sekolah sekolah unggulan di Balige. D|Red