Kolabor-Aksi Kemenparekraf dengan Sepuluh Kepala Daerah

“Mari bersama-sama berikhtiar dalam membangkitkan kembali pariwisata dan perekonomian masyarakat, khususnya di Kabupaten Purwakarta. Tetap semangat para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif. Saatnya bangkit dan menang melawan Covid-19,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Kabupaten Purwakarta mempunyai destinasi unggulan Pariwisata diantaranya Air Mancur Sri Baduga, 4 Diorama Kabupaten Purwakarta, Gunung Parang, Grama Tirta Jatiluhur dan Ujung Aspal Pasir Langlang Panyawangan.

“Purwakarta mempunyai prinsip pembangunan kepariwisataan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan fisik, sosial dan budaya masyarakat serta pembangunan kepariwisataan yang terintegrasi harus sinergis dengan pembangunan daerah dan wilayah yang lebih luas baik kepariwisataan jawa
barat maupun secara nasional,” tuturnya.

Bupati membeberkan potensi keanekaragaman Purwakarta yang memiliki 20 jenis kesenian tradisi, 4 museum figital, 2 desa wisata, pembangunan daerah Purwakarta berkarakter, makanan tradisional, permainan rakyat, upacara tradisional, situs purbakala, para pelaku seni, 185 pelaku ekonomi kreatif dan 63 destinasi wisata yang ada di wilayahnya.

Sementara, Menparekraf Sandiaga Uno memberikan beberapa arahan diantaranya, pertama, tiap kepala daerah diharapkan dapat membuat narasi yang positif dan menunjukkan nilai-nilai optimisme bahwa sektor pariwisata akan bangkit kembali.

Kedua, terkait desa wisata yang merupakan program unggulan Kemenparekraf/Baparekraf ke depan, kepala daerah diharapkan dapat meningkatkan kompetensi SDM serta mengidentifikasi berbagai potensi yang ada supaya bisa beralih dari desa rintisan menjadi desa wisata mandiri.

“Desa wisata ini program andalan dan program unggulan, jadi para kepala daerah fokus untuk melakukan scaling up dari desa rintisan menjadi desa mandiri karena ini yang disebut sebagai rural tourism yang akan menjadi prioritas ke depan, yaitu pariwisata berkualitas dan berkelanjutan dan ini dapat memberdayakan masyarakat, jadi pariwisata bukan hanya milik kelas menengah atas, tapi pariwisata milik semua,” tutup Sandiaga Uno. (ADV)

Pos terkait