Letjend (Purn) TB Silalahi Meninggal Dunia

Tokoh pendiri Museum Batak di Balige itu kemudian dipercaya sebagai Danyonkav 8 Tank Kostrad (1972), berlanjut ke Timur Tengah sebagai pasukan PBB pada perang Oktober 1973 antara Israel dan Mesir sebagai Camp Commandant UNEF Middle East di Kairo.
Pengabdiannya berlanjut sebagai Dosen Sesko AD (1974), Asops Kasdam XIV/Hasanuddin di Ujung Pandang (1978), Kasdam VII/Diponegoro (1982). Jabatan militer terakhirnya adalah Asisten Perencanaan dan Anggaran KASAD (1986) dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.

Foto TB Silalahi waktu memberi arahan kepada Dzulmi Eldin, RE Nainggolan dan Rahudman di VIP Room Bandara Polonia beberapa tahun lalu(istimewa)

 

TB kemudian dipercaya Presiden Soeharto kala itu sebagai Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara pada Kabinet Pembangunan VI. Selanjutnya dikaryakan sebagai Sekjen Departemen Pertambangan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (1993—1998).
Di sela kesibukan tugasnya, TB yang bersiterikan boru Napitupul itu memanfaatkan waktu mengikuti pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran Bandung sampai sarjana muda (1968) dan mendapatkan S1 pada Sekolah Tinggi Hukum Militer dengan predikat Cumlaude (1995).

Bacaan Lainnya

Atas prestasinya dalam bidang pemerintahan dan sosial, ia beroleh gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gregorio Araneta, 8 Agustus 1996 di Manila, Filipina.|red

Pos terkait