Lulusan Pendidikan Matematika Bukan Sekadar Menjadi Guru

Lulusan Pendidikan Matematika Bukan Sekadar Menjadi Guru
ilustrasi. Foto: D|Ist

Dia mencontohkan, menulis buku ajar, menyusun buku latihan soal, ataupun jadi editor yang khusus menangani pelajaran Matematika di kantor penerbitan.

“Para lulusan Pendidikan matematika juga bisa menjadi pengelola Statistik Keuangan, dengan kemampuannya dalam memprediksi kondisi dunia keuangan dan berperan dalam pemodelan, simulasi, serta analisis keuangan,” terang dosen yang sangat mencintai dunia perkembangan ini.

Selain itu, katanya, pendidikan matematika juga dapat bekerja pada proses komputasi, mahasiswa dapat berkarir sebagai pengelola jaringan dengan ilmu matematika dan berbagai bidang pengembangan perangkat lunak dengan berbagai perhitungan.

Bacaan Lainnya

Mahasiswa bisa menjadi seorang aktuaris, yang tugasya menganalisa data-data statistik seperti tingkat atau angka kematian, kecelakaan, sakit, kecacatan, dan pensiunan dan membuat tabel perkiraan untuk memprediksi resiko dan asuransi yang dapat diaplikasikan untuk keuntungan atau pun simpanan di masa depan.

“Jadi paradigma lama yang hanya fokus pada ladang keguruan, sudah tak zamannya lagi. Maka kurikulum pendidikan matematika harus lah bergaya, bukan asal jadi,” kata Johannes P. Sitanggang mengkritik.

Ketika ditanya tentang perkuliahan di program studi pendidikan matematika, alumni magister ilmu matematika Universitas Sumatera Utara ini menyatakan bahwa perkuliahan di jurusan Pendidikan Matematika tak hanya belajar pendidikan matematika saja, tapi juga mempelajari tata cara mengajarkan matematika kepada murid-murid supaya mudah dipahami dan dicerna.

Menurutnya, mahasiswa pendidikan matematika di Unika Santo Thomas dituntut menjadi kreatif agar suasana belajar Matematika di kelas menyenangkan. “Mahasiswa mengasah kemampuan mengajar, dengan mengikuti Program Magang. Lewat program ini mahasiswa akan langsung mengajar murid-murid di sekolah dengan kurun waktu tertentu,” katanya. D|Sim-DP

Pos terkait