Bea Cukai Diguncang OTT, KPK Bergerak Cepat

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu. Foto: Ist.

Kantor Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu. Foto: Ist.

Medan-Mediadelegasi: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT) yang kali ini menyasar pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) di Jakarta. Pemeriksaan intensif terhadap sejumlah pejabat tengah berlangsung, menyusul OTT yang digelar pada Selasa (3/2/2026).

Kepala Subdirektorat Hubungan Masyarakat dan Penyuluhan, Budi Prasetyo, membenarkan adanya pemeriksaan tersebut. “Saat ini sedang berlangsung pemeriksaan oleh Tim KPK terhadap pejabat Bea Cukai,” ujarnya saat dihubungi oleh awak media pada Rabu (4/2/2026).

Bea Cukai Berkomitmen Untuk Bersikap Kooperatif

Budi menegaskan bahwa pihaknya akan bersikap kooperatif dan menghormati seluruh proses hukum yang sedang berjalan. “BC (Bea dan Cukai) berkomitmen untuk bersikap kooperatif dan menghormati proses yang berlangsung. Kami masih mengikuti perkembangan lebih lanjut,” tuturnya.

Informasi yang beredar menyebutkan bahwa KPK tengah memeriksa sejumlah pejabat tinggi Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu terkait OTT yang dilakukan di Jakarta. Namun, detail mengenai kasus yang menjerat para pejabat tersebut masih belum diungkapkan secara rinci oleh pihak KPK.

BACA JUGA:  KPK Gelar 11 OTT Sepanjang 2025, Sasar Sektor Vital dan Pulihkan Aset Negara Triliunan Rupiah

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/pegawai-pajak-kpp-banjarmasin-kena-ott-kpk/

Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto, membenarkan adanya OTT yang menyasar pejabat Bea dan Cukai. “Ya benar,” kata Fitroh singkat saat dikonfirmasi mengenai operasi senyap di Jakarta tersebut.

OTT di Jakarta ini dilakukan bersamaan dengan operasi tangkap tangan yang juga digelar di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Di Banjarmasin, KPK menyasar pejabat Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin terkait dugaan korupsi dalam proses restitusi pajak.

Fitroh menjelaskan bahwa OTT di Banjarmasin terkait dengan kasus restitusi pajak. Namun, ia belum memberikan informasi lebih lanjut mengenai keterkaitan antara OTT di Jakarta dan Banjarmasin. Apakah kedua kasus ini memiliki hubungan atau merupakan dua kasus yang berbeda, masih menjadi misteri.

KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum dari pihak-pihak yang telah ditangkap dalam OTT di Jakarta dan Banjarmasin. Dalam waktu tersebut, KPK akan melakukan pemeriksaan intensif dan mengumpulkan bukti-bukti yang diperlukan untuk mengungkap kasus korupsi yang diduga melibatkan para pejabat tersebut.

BACA JUGA:  KPK Tetapkan Tersangka Korupsi Proyek Jalan di Mempawah, Gubernur Kalbar Ria Norsan Diperiksa Terkait Kasus Ini

OTT yang dilakukan KPK di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu ini menambah daftar panjang kasus korupsi yang menjerat lembaga pemerintah. Hal ini menjadi tamparan keras bagi pemerintah dan menunjukkan bahwa upaya pemberantasan korupsi harus terus ditingkatkan.

Masyarakat berharap agar KPK dapat mengungkap kasus ini secara transparan dan membawa para pelaku korupsi ke pengadilan. Selain itu, diharapkan agar kasus ini menjadi momentum bagi perbaikan sistem dan tata kelola di Ditjen Bea dan Cukai Kemenkeu, sehingga praktik korupsi tidak lagi terjadi di masa depan. D|Red.

 

Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka
BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando
Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat
Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat
DPR Resmi Setujui Nuzran Joher Jadi Ketua Ombudsman RI Gantikan Hery Susanto
Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar
Polda Metro Jaya Amankan 21 Orang Bawa Flare & Bahan Bom Molotov Jelang Demo BEM UI di Bundaran HI
Kemnaker: Semangat HUT ke-81 RI Dorong Penguatan SDM dan Perluasan Kesempatan Kerja
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:33 WIB

Basarnas: Korban Tewas Gempa M 7,7 NTT Capai 70 Orang, 132 Luka-Luka

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:42 WIB

BEM UI Dihadang Polisi di Jalan Sudirman, Massa Sampaikan Orasi dari Mobil Komando

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Utang Luar Negeri Indonesia Tembus Rp8.095 Triliun per Kuartal II-2026, Struktur Dinilai Tetap Sehat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 13:33 WIB

Puluhan Bus PO Sinar Jaya Terbakar di Cikarang Barat, Api Merembet Karena Parkir Terlalu Rapat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Yaqut Cholil Qoumas Hadapi Sidang Perlawanan Meski Kurang Sehat, Didakwa Rugikan Negara Rp622 Miliar

Berita Terbaru

Gempa bumi M6,1 mengguncang Nias Selatan, Sumatera Utara (Sumut), Selasa (18/8/2026), pukul 13.02 WIB. Foto: BMKG.

Kabupaten Nias Selatan

Gempa M 6,1 Guncang Nias Selatan Sumut, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami

Selasa, 18 Agu 2026 - 14:59 WIB