Motor Listrik Operasional Pendukung Program Makan Bergizi

Motor Listrik
Tangkapan layar video deretan motor listrik yang disebut untuk SPPG MBG. Foto: Ist.

Jakarta-Mediadelegasi: Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya angkat bicara mengenai video viral yang menunjukkan deretan motor listrik berlogo instansi tersebut. Kepala BGN, Dadan Hindayana, memberikan klarifikasi resmi guna meluruskan spekulasi yang berkembang di tengah masyarakat luas.

Motor Listrik Operasional Pendukung Program Makan Bergizi

Dadan menegaskan bahwa pengadaan kendaraan roda dua ramah lingkungan ini merupakan bagian strategis dari perencanaan anggaran tahun 2025. Motor tersebut dirancang khusus untuk mendukung mobilitas operasional para Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG,” ujar Dadan di Jakarta, Selasa (7/4/2026).

Bacaan Lainnya

Langkah ini diambil demi memastikan distribusi dan pengawasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan efektif hingga ke tingkat akar rumput. Kendaraan listrik dipilih sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di lingkungan kerja birokrasi.

Meskipun unit kendaraan sudah mulai tampak di publik, Dadan memastikan bahwa hingga saat ini motor-motor tersebut belum didistribusikan kepada para personel di lapangan. Ada prosedur hukum dan administratif ketat yang harus dilewati sebelum kendaraan bisa mengaspal.

Menurut penjelasannya, setiap unit kendaraan harus melalui proses pendataan dan verifikasi administrasi yang teliti. Hal ini penting karena motor tersebut akan dicatat secara resmi sebagai Barang Milik Negara (BMN) yang memiliki tanggung jawab penggunaan tertentu.

Baca Juga : https://mediadelegasi.id/noel-sakit-pembuluh-otak-usai-jalani-sidang-tipikor/

Pencatatan sebagai BMN merupakan syarat mutlak agar aset negara tersebut terlindungi dan dapat dipertanggungjawabkan akuntabilitasnya. Setelah seluruh proses birokrasi selesai, barulah unit akan dikirimkan ke berbagai titik SPPG di seluruh wilayah Indonesia sesuai kebutuhan.

Terkait isu miring yang beredar di media sosial mengenai jumlah pengadaan yang fantastis, Dadan memberikan bantahan keras. Ia menyebutkan angka 70.000 unit yang sempat viral merupakan informasi yang sama sekali tidak berdasar atau hoaks.

Pos terkait