PDI-P: Delapan Bupati dan Wali Kota Asal Sumut Tak Ikut Retret

- Penulis

Sabtu, 22 Februari 2025 - 11:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah gubernur, bupati dan wali kota terpilih hasil Pilkada serentak tahun 2024 mulai mengikuti retret atau pembekalan di kampus Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah,  (Jumat )21/2).  Foto: IG

Sejumlah gubernur, bupati dan wali kota terpilih hasil Pilkada serentak tahun 2024 mulai mengikuti retret atau pembekalan di kampus Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, (Jumat )21/2). Foto: IG

Medan-Mediadelegasi:  Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai  Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-IP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menyatakan sebanyak delapan bupati dan wali kota terpilih hasil Pilkada 2024 yang diusung PDIP dipastikan  tidak mengikuti retreat di Akmil Magelang, Jawa Tengah, 21-28 Februari  2025.

“Kami tegak lurus dengan perintah Ibu Ketua Umum. Delapan kepala daerah PDIP di Sumut batal mengikuti retret di Magelang,” kata Ketua DPD PDI-P Rapidin Simbolon,  dalam keterangan tertulis, Jumat (21/2).

Sebanyak delapan kepala daerah tersebut merupakan kader PDI-P, masing-masing bupati  terpilih kabupaten Nias Selatan, Nias Barat, Nias Induk, wali kota Gunungsitoli, bupati Humbang Hasundutan, wali kota Tebing Tinggi, bupati Serdang Bedagai, dan bupati Tapanuli Tengah.

Ditambahkannya,  delapan kepala daerah itu telah  membatalkan  perjalanan mereka ke Magelang  setelah menerima instruksi dari Ketua Umum DPP PDI-P Megawati Soekarnoputri.

BACA JUGA:  Anies Baswedan Kunjungan Silaturahmi ke Sumut

Megawati Soekarnoputri dalam Surat Nomor 7294/IN/DPP/II/2025, lanjut  Rapidin, meminta kepala daerah dan wakil kepala daerah dari PDIP menunda keikutsertaan dalam retreat kepala daerah di Akademi Militer Magelang.

Rapidin yang juga anggota DPR RI  ini mengaku telah berkomunikasi langsung dengan para kepala daerah yang merupakan kader PDI-P tersebut guna  memastikan mereka mengikuti arahan partai.

“Begitu menerima surat tersebut, mereka tanpa ragu menghentikan perjalanan dan menunggu arahan lebih lanjut dari partai. Ini bukti loyalitas dan kedisiplinan mereka sebagai kader PDIP,” paparnya.

Mantan Bupati Samosir ini menegaskan bahwa seluruh kader PDIP Sumut akan selalu berada dalam barisan yang sama dengan keputusan partai.

“Kami, kader PDI Perjuangan Sumut, selalu siap siaga terhadap perintah Ibu Ketum. Kepatuhan dan loyalitas kepada partai adalah komitmen utama kami,” ujar dia.

BACA JUGA:  Relaksasi Kredit UMKM Sumut Strategi Pemulihan Pascabencana

Pada kesempatan terpisah,  Ketua DPP PDI-P Said Abdullah mengatakan partainya meyakini tidak ada sanksi dari pemerintah bagi yang tidak ikut retret kepala daerah di  Akmil Magelang.

Said mengatakan, publik tidak perlu membenturkan urusan retret dengan ketidakhadiran kepala daerah dari PDIP.

Sementara itu, Wamendagri Bima Arya mengatakan mereka yang izin tak hadir mengikuti retret kepala daerah diminta untuk digantikan wakilnya.

“Acara ini sangat penting untuk memastikan program pemerintah pusat sinkron dengan pemeriantah daerah. Maka, harus ada yang menggantikan kepala daerah yang tak bisa hadir,” tuturnya. D/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel mediadelegasi.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan
Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut
Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar
Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah
Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”
Zakiyuddin: Soal Sekda Tak Perlu Dibicarakan, Mekanismenya Sudah Diatur
Kritik Kebijakan Pemerintah, Ratusan Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Sumut
Sorotan Kasus RS Islam Malahayati: Dugaan Malpraktik, Pembayaran Gelap, Dinkes Sumut Minta Maaf dan Minta Kemenkes Bertindak
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:43 WIB

Usai Penjelasan Pemko, Anggaran Air Mineral Rp1,1 Miliar Masih Diperdebatkan

Selasa, 23 Juni 2026 - 12:02 WIB

Program Revitalisasi Sekolah di Medan Disorot, LP3 Siap Laporkan ke Kejati Sumut

Sabtu, 20 Juni 2026 - 14:32 WIB

Belum Reda Kasus Dishub, Rico Waas Kena Sorotan Air Mineral Rp1 Miliar

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:49 WIB

Srikandi FAST UNPRI Tembus Jurnal Scopus Q2: Bukti Nyata Kebijakan Kelulusan Berbasis Publikasi Ilmiah

Kamis, 18 Juni 2026 - 13:47 WIB

Air Mineral Rp1 Miliar Setahun di Pemko Medan Disorot, Gen Z Sumut : “Mungkin Makhluk Halus Ikut Minum”

Berita Terbaru