Medan-Mediadelegasi: Rektor Universitas Katolik (UNIKA) Santo Thomas Sumatera Utara, Prof Dr. Maidin Gultom, SH, M.Hum mengingatkan wisudawan perguruan tinggi itu harus siap beradaptasi dan berinovasi untuk menghadapi tantangan global yang semakin kompleks.
“Jangan takut gagal. Jadilah generasi yang bukan hanya mengangkat tangan, tetapi juga turun tangan. Jadilah pelaku, penggerak, dan pemberi solusi untuk dunia yang penuh tantangan ini,” katanya, usai mewisuda 303 mahasiswa dari jenjang sarjana dan magister di lingkup UNIKA Santo Thomas Medan, Sabtu (26/7).
Pada acara wisuda tersebut, Rektor UNIKA Santo Thomas Maidin Gultom berpesan kepada para wisudawan untuk menjaga nama baik almamater dan berkontribusi bagi masyarakat.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan AI untuk riset dan proses penerimaan mahasiswa baru.
“Saya berpesan kepada para wisudawan agar dapat memaksimalkan kemampuan dan potensi yang didapat selama kuliah untuk memajukan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Maidin.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan teknologi, seperti kecerdasan buatan (AI) yang kini berperan besar dalam dunia pendidikan dan pekerjaan.
Di era global sekarang ini, Kecerdasan buatan yang semakin canggih akan mengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berkomunikasi.
“Teknologi seperti ChatGPT dan AI lainnya bisa menjadi alat bantu belajar yang personal dan efisien. Tapi, jangan lupakan etika dan nilai-nilai kemanusiaan dalam menggunakannya,” tambahnya.
Mengingat cepatnya perkembangan teknologi dan informasi, ia mengingatkan wisudawan untuk mengevaluasi capaian selama ini serta melakukan perbaikan untuk menyiapkan diri menghadapi berbagai tantangan pada masa depan.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM Cap., menyampaikan bahwa lulusan dari universitas Katolik diharapkan bukan hanya unggul secara intelektual, tetapi juga membawa nilai moral, spiritual, dan semangat pelayanan.
“Keberhasilan Saudara adalah bagian dari misi Gereja untuk mencerdaskan dan memanusiakan masyarakat,” ujar dia.
Dari total 303 lulusan, sebanyak 189 orang lulus dengan predikat pujian, 101 orang dengan predikat sangat memuaskan, dan 12 lainnya memperoleh predikat memuaskan. D|Red
Baca artikel menarik lainnya dari
mediadelegasi.id di GOOGLE NEWS.






