Samosir-Mediadelegasi: Buku silsilah atau Tarombo Raja Sitempang Anak Ni Raja Nai Ambaton diluncurkan Minggu, 16 Agustus 2020 di Auditorium Kampus II Ubhaya Jaya, Jalan Perjuangan, Kota Bekasi, Jawa Barat.
Buku ini disusun oleh Bachtiar Sitanggang SH (wartawan dan advokat senior) serta Brigjen Polisi (Purn) Drs Antonius Sitanggang SH MH.
Acara peluncuran secara sederhana untuk mematuhi Protokol Kesehatan Pandemi Covid-19 ditandai dengan penyerahan buku kepada beberapa tokoh dari keturunan Ni Raja Nai Ambaton.
Buku ini antara lain bersumber dari sejumlah buku dan tulisan tentang silsilah, adat, dan masyarakat Batak Toba, terutama yang berkaitan dengan keturunan Raja Sitempang Anak Ni Raja Nai Ambaton.
Di antaranya, Pustaha Batak Tarombo dohot Turi-turian ni Bangso Batak karya WM Hutagalung (terbitan pertama 1926 dan kedua 1991); Perihal Bangsa Batak karya E. St. Harahap; Pustaha Tumbaga Holing, Adat Batak – Patik Uhum karya Raja Patik Tampubolon; Sejarah dan Tarombo Raja Sitanggang karya Drs. Marcius Albert Sitanggang; Raja Sitempang karya Komen Sitanggang, SPd.; Kisah Si Raja Batak dan Sejarah Raja Soribuntu Sidabutar (Raja Sidabutar Tomok) karya Drs. Ch. Robin Simanullang dan Asdon Hutagalung, SH.
Kemudian, Tarombo Ni Raja Sitempang karya Raja Napogos JP Sitanggang, serta buku-buku karya Dr. Ir. Bisuk Siahaan, Nalom Siahaan, Ompu Buntilan Simanjuntak, JC Vergouwen; Prof. Dr. Bungaran Antonius Simanjuntak; Norman Sidabutar; dan lain-lain.
Buku tarombo ini terdiri atas sembilan bagian (Bab), dilengkapi dengan sejumlah pohon keluarga (family tree). Setelah Bab I sebagai Pendahuluan, uraian selanjutnya adalah Bab II tentang Si Raja Batak (Asal-usul Orang Batak).