Balige-Mediadelegasi: Pembangunan Pasar Balerong Balige yang dikerjakan tahaun 2021 tak kunjung selesai, hingga saat ini, yang senilai Rp 23 miliar lebih. Akibatnya, para pedagang pasar rakyat Balige mengeluh, lantaran lapak mereka (pedagang-red) yang dikerjakan oleh PT.RMB belum juga rampung dibangun.
Salah satu pedagang kain Mak Grace di sekitar Pembangunan Pasar Balerong Balige kepada Mediadelegasi.id, Selasa (10/5/2022) mengatakan, sampai saat ini dia menyewa kios seharga Rp.15 juta per-tahun, serta mengeluhkan lamanya pembangunan pasar rakyat Balairung Balige.
Dikatakannya kios yang kini disewanya tidak dilengkapi kamar mandi (MCK), sehingga harus menumpang ke tempat lain untuk urusan air. Apalagi saat musim hujan lapak jualan relokasi tanah lapang Balige sering dilanda banjir, yang nota Bene drainasenya sangat minim.
“Saya sebenarnya sudah jenuh entah kapan bangunan pasar Balerong Balige ini selesai. Sejak tahun 2021 bangunan belum juga selesai soal kendala saya tidak tahu. Beberapa dari kami Pedagang juga sudah bolak-balik ke kantor Diskoperindag UKM Toba yang di Simanjalo, namun jawaban selalu sabar makanya saya pribadi berharap kepada rekanan proyek supaya pembangunan pasar Balerong Balige cepat selesai, agar kami dapat kembali ke lapak jualan seperti semula,” kata Pedagang
Sementara itu, Jack Pardede yang merupakan pedagang aksesoris menuturkan, dianya sangat prihatin melihat nasib mereka (pedagang-red) selalu dijadikan korban oleh pembangunan Pemerintah khususnya Pemkab Toba, yang selalu tidak matang dengan perencanaan pembangunan.
“Saya kasihan juga lihat rekanan akibat tidak matangnya perencanaan dari Pemkab Toba pembangunan pasar rakyat Balairung Balige hingga saat ini belum juga selesai,” sebut Pardede